Cerita setengah abad seorang ayah

Ungkapan “You will always be daddy little girls” ternyata benar adanya. Seberapa pun dewasanya kita, tapi di mata seorang ayah kita akan tetap jadi anak kecil yang harus selalu dia jaga. Jadi begini ceritanya, tanggal 27 November lalu, ayah saya genap berusia 54 tahun dan untuk pertama kalinya saya dan ade inisiatip membuat sebuah perayaan kecil karena ajakan dari mama 😊 (biasanya udah gitu ajah gak ada apa-apan).

Kata mama “Ayah kayaknya lagi kepengen banget punya smartphone kak. Bisa gak kamu patungan sama dimas (ade) beliin buat kado ayah.” Dari situlah awalnya perayaan kecil ini. Ayah orang yang sangat sederhana, sudah berpuluh tahun dia menggunakan hp monoponic. Semenjak kena PHK ditahun 98, gaya hidup ayah dan keluarga jauh berubah. Masih inget banget, jaman hp segede batu bata dengan harga jutaan (gak tahu merek apa), ayah yang seorang manager udah punya duluan. Dan semenjak krismon semua berubah 🤕.

Lanjutkan membaca “Cerita setengah abad seorang ayah”

Iklan

“Jangan hukum aku bu!”

Beberapa minggu lalu, saya berpartisipasi dalam Kelas Kurikulum yang diadakan oleh Keluarga Kita  mengenai Disiplin Positif pada anak. Emang semenjak mengandung calon bayik, jadi punya ketertarikan dengan topik parenting. Buat jadi bahan persiapan sebelum si bayik lahir 😎. Berbekal googling soal “Apa itu keluarga kita” tanpa panjang lebar saya langsung daftar menjadi relawan dengan ikutan kelas kurikulum ini dan syukurnya diterima.

Di awal pertemuan, saya sudah dibuat melek dengen pertanyaan tentang “SIAPA YANG PERNAH DIHUKUM ORANG TUA!!” Sontak banyak peserta kelas yang tunjuk tangan dan berbagi cerita. Tampaknya ingatan soal cubitan, dan omelan gak lepas dari masa tumbuh kembang peserta di kelas. Lalu ketika ditanya “APAKAH KITA INGAT APA YANG MENYEBABKAN KITA DIHUKUM?” rata-rata kami semua terdiam, karena baru menyadari bahwa kami sebagian besar dari kami tidak tahu alasan kenapa kami dihukum 😓.

Lanjutkan membaca ““Jangan hukum aku bu!””