Hati-Hati! Penipuan berkedok sewa mobil online driver.

Perhatian ⚡ Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Permasalahan yang terjadi di dalam cerita, tidak berlaku secara umum, tergantung masing-masing orang yang diajak kerjasama. Tujuan dibuat tulisan ini agar menghindari hal yang serupa terjadi pada orang lain serta meningkatkan kewaspadaan bagi yang menyewakan mobil pribadi kepada pihak lain. Selamat membaca & semoga berfaedah!

Mumpung masih gress kejadiannya jadi harus sesegera mungkin saya ceritakan lewat tulisan, DUA MINGGU YANG LALU MOBIL SAYA DIBAWA KABUR! Sebenernya, saya nulis ini masih dengan perasaan gemeteran, baru semalam mobil yang masih terikat kredit itu akhirnya kembali ke garasi rumah. Jadi begini ceritanya..

Tadinya niat untuk mencicil mobil emang karena kebutuhan tapi makin kesini ternyata baru sadar kalo sebenernya gak perlu-perlu amat make mobil untuk kegiatan harian. Daripada si Peno (nama mobil saya) kelamaan di garasi yasudahlah yah, saya dan suami berniat menyewakan mobil agar ada tambahan uang untuk bayar cicilannya (Kan lumayan yah mak). Ini bukan yang pertama Peno di bawa kabur, sebelumnya juga pernah. Tentang kabur yang pertama nanti saya cerita ditulisan lain 😅

Lanjutkan membaca “Hati-Hati! Penipuan berkedok sewa mobil online driver.”

Iklan

Buat kamu yang berusia 20-an, sebaiknya baca ini yah..

sebelum 30 - 1 (1)

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi kepada para pembaca blog Fee. Taste. Style khususnya perempuan yang lagi seru-serunya menikmati masa penuh kejutan di usia 20-an. Beberapa bulan lagi usia saya menanjak ke angka 30 (ehmmmm berumur banget yah). Fase usia dewasa yang katanya mulai serius mikirin hidup #tsaelah. Mungkin ada benernya juga kata orang-orang itu, karena di titik ini saya menanyakan “Udah ngapain aja sih wed selama ini?”. Dari pertanyaan itu, saya ketemu jawaban yang malah bikin saya nyinyir begini…

“Yaelah coba gue tahu ini lebih awal.”

Makanya dari itu pengen banget saya berbagi pengalaman ke kalian yang lagi happy-happy-nya. Siapa tahu lewat tulisan ini kamu jadi lebih mengerti apa yang sebaiknya kamu lakukan.

Lanjutkan membaca “Buat kamu yang berusia 20-an, sebaiknya baca ini yah..”

Jadi karyawan atau freelance? Baca dulu pengalaman ini agar siap menghadapi resikonya.

 

Processed with VSCOcam with a6 preset
It’s just a phase, smiling. 

 

Saya sedikit ingin bercerita latar belakang pengalaman untuk tulisan ini. Minggu lalu saya belajar hal baru sebagai freelance. Sudah hampir 5 bulan saya berstatus freelance, dan selama itu juga saya merasakan suka duka menjadi orang yang mengharapkan pekerjaan dari orang lain. Untuk pertama kalinya selama saya bekerja di bidang audio visual, baru kali kemarin saya mengerti rasanya di PECAT DARI PROJEK oleh producer dengan alasan saya kurang kompeten. Kalimat dari producer yang bilang “Saya tidak cocok untuk projek ini” menjadi bahan evaluasi untuk saya setelah menghabiskan waktu selama 1 bulan untuk meriset dan merangkai cerita untuk program TV. Sekedar informasi, projek yang saat itu saya kerjakan adalah Program TV Feature dokumenter dengan tema bisnis.

Saya dapat informasi ini dari seorang teman, dia merekomendasikan saya sebagai scriptwriter untuk projek temannya. Setelah bertemu produser dan memberikan karya yang pernah saya buat serta dijelaskan tentang program yang akan berjalan, dia mengajak saya bergabung menjadi bagian timnya. Walaupun saya belum pernah membuat karya dokumenter bertema bisnis tapi tantangan itu saya terima karena saya yakin semua bisa dipelajari.

Namun seiring waktu berjalan nampaknya Produser melihat hal lain. Setelah saya mengirimkan storyline dan juga beberapa pertanyaan untuk narasumber dia melihat saya kurang cocok untuk projek ini. Bukan cuma pacaran yang punya status “gantung” dipekerjaan pun bisa begitu. Selama dua minggu saya di “antepin” baik dari produser ataupun tim yang lain. Di masa menunggu itupun saya bertanya-tanya  “Apakah projek ini bermasalah?” atau “Ada masalah dengan saya?”. Sampai akhirnya ada whaspp dan saya diminta untuk bertemu di kantor……dan (simsalabim) saya diberhentikan.

Saya jadi teringat perkataan seorang kawan yang sangat saya hormati “Wed lo harus liat dunia di luar kantor. Di sini kerja nyaman banget buat lo, tapi di luar sana lo harus siap beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.” Tadinya saya gak ngerti apa yang dia maksud tapi rasanya sekarang saya paham.

Tidak saya tidak marah ataupun kecewa, ditulisan ini saya sekedar ingin mencerna dan mengevaluasi pengalaman yang telah terjadi. Baiklah saya akan membuat perbandingan rasa yang saya dapat pada saat di kantor dulu dengan pengalaman saya bekerja dari rumah.

Lanjutkan membaca “Jadi karyawan atau freelance? Baca dulu pengalaman ini agar siap menghadapi resikonya.”