5 gaya hidup pekerja lepas industri kreatif yang bikin iri!

Setelah bekerja kantoran selama hampir 6 tahun, di tahun 2016 saya memutuskan bekerja secara freelance. Bukan karena pemasukan dan peluang yang lebih besar, tapi as simple as being a freelancer you can control your time.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Berkaf) telah menetapkan 16 subsektor yang didukung dalam industri kreatif, di antaranya yaitu aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, fotografi, kriya, kuliner, music, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.

Bersyukurnya saya mendapatkan suami yang bekerja di industri kreatif bidang film & periklanan. Jika saya aktif menulis, suami aktif dibagian editing dan penyutradaan video. Suami  berprinsip yang sama soal pekerjaan, lebih baik berstatus pekerja lepas dibandingkan jadi pekerja tetap jika kita tidak punya waktu untuk keluarga 😘.

Dalam Industri kreatif, negara tidak akan menghabiskan sumber daya alam, justru sumber daya manusia jadi kekuatan utama. Maka dari itu makin happy 😆 manusianya makin sejahtera industrinya. Ini beberapa alasan serunya gaya hidup dunia pekerja lepas kreatif menurut kami:

Fleksibel waktu

Fleksibel urusan waktu

Semenjak menjadi freelance, kehendak untuk nerima kerjaan atau enggak, semua ada di tangan saya. Meskipun sering deg-deg-an sama penghasilan yang tidak rutin setiap bulan, tapi mental dan psikis rasanya lebih happy. Karena ketika saya memutuskan nerima suatu pekerjaan, itu memang karena saya mau bukan karena terpaksa disuruh sama atasan. Urusan pengaturan waktu antara keluarga dan pekerjaan ada di tangan saya. Oia ditambah lagi, jika mau kita bisa juga mengambil dua pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan alias 2in1 😉.

Kerja Di mana saja

Bisa kerja di mana aja

Kalo pernah denger anak kreatif bisa kerja di mana aja dan kapan aja! Yes itu bener. Mobilitas cukup tinggi alias gak betah kerja disatu tempat aja. Kadang di rumah, kadang di kantor, sering juga di tempat nongkrong. Kita bisa meeting video conference dengan klien international cuma pake kemeja dan bercelana pendek ajah.

Bahkan cukup dari rumah dan koordinasi pekerjaan lewat email. Bosen kerja di rumah atau kantor , kita bisa bawa kerjaan keluar. Cari cafe atau workingspace yang instagramable asalkan koneksi internet lancar, kita bisa duduk berjam-jam melakukan pekerjan 2 in 1 sekaligus, yaitu bergaul dan bekerja 😚.

Kerja sendiri atau ramean

Bisa kerja sendiri ataupun rame-rame

Di industri kreatif, kita dituntut untuk selalu fleksibel alias jangan kaku-kaku amat. Ada saatnya kita kerja sendiri-sendiri, ada juga saat harus mengesampingkan ego pribadi saat diskusi bareng-bareng. Itu semua dilakukan demi kelancaran projek klien. Yang penting andal saat digabung, andal saat dilepas dan dapur bisa tetep ngebul.

Update Informasi

Update dengan informasi

Karena industri kreatif terus berkembang mengikuti trend lifestyle dan minat target market, mau gak mau pekerja didalamnya harus tetap update dengan informasi. Apa yang sedang dibicarakan saat ini? Makanan apa yang lagi trend? Tempat hangout yang sering dikunjungi? Bahkan sampai topik sosial politik jadi hal yang terus diperbaharui karena berkaitan dengan target market. Punya perangkat yang bisa terus akses informasi di atas bakal jadi kelebihan seorang pekerja lepas apalagi jika perangkat bisa dibawa kemana aja (mobile).

ketemu orang & komunitas baru

Ketemu banyak orang & komunitas baru

Ini juga salah satu bagian seru yang saya syukuri. Meskipun saat ini berstatus istri rumah tangga, tapi dikarenakan pekerjaan saya masih bisa bertemu dengan orang & komunitas baru. Jadi punya alasan untuk keluar rumah. Bertemu dengan mereka menjadi vitamin semangat untuk saya karena banyak hal yang bisa dipelajari dan diamati 😍.

Nah dengan segala keseruan di atas, menjadi pekerja lepas juga dituntut punya perangkat yang mendukung gaya hidup dan pola kerja, agar kerjaan dan pergaulan tetap lancar. Ada masa di mana saya sering mendapat penilaian pertama “gak enak” dari klien atau rekan kerja bukan karena skill atau kemampuan yang kurang tapi justru dari perangkat old school yang dibawa.

Maka dari itu perangkat yang bisa dibawa mobile, tetap keren dan punya performa tinggi jadi impian pekerja lepas seperti saya. Jujur saya seringkali punya masalah lelah pundak karena sering membawa tas yang cukup besar 😪. Setiap kali presentasi hasil syuting kehadapan klien, saya harus membawa banyak perangkat elektronik agar materi tersampaikan, seperti laptop, charger, speaker bluetooth dan perintilan lain.

Di era digital gini, informasi bisa datang dari mana aja yah. Salah satunya dari blog seorang teman yang cerita pengalaman bersama laptop intel 2in1. Saya penasaran dengan kata 2in1, dari sekedar blogwalking saya kepo mencari tahu apa yang membuat laptop ini multifungsi.

blog grafik (2)
sumber gambar @armelle_blog @rcitystyle @sweetescapecreative

Dari hasil kepo saya tertarik dengan fitur-fitur yang ditawarkan laptop intel 2in1 seperti andal saat digabung atau dilepas. Ini cocok banget dengan gaya hidup seorang freelance yang harus fleksibel kapanpun dan dimanapun. Laptop 2in1 ini bisa digunakan sesuai keperluan. Cukup balik, putar atau geser untuk menyampaikan konsep kreatif saat meeting bersama klien.

Karena saya dan suami bekerja di industri produksi video, butuh banget perangkat mumpumi untuk editing dan preview video 4K karena klien menuntut tampilan video full high definition (meskipun ditontonnya dilayar smartphone juga hehhee). Nah laptop 2in1 dengan kemampuan prosesor intel core generasi ke-7 mem-branding diri dapat menonton, membuat dan mengedit konten 4K dengan sempurna (gak khawatir nge-lag saat editing). Bahkan dilengkapi dengan audio premium yang rasa-rasanya saya gak perlu lagi ribet bawa speaker untuk memperlihatkan karya video kepada klien.

Laptop intel 2in1  ini digadang-gadang bisa menyala 0,5 detik dari mode sleep/ tidur serta kapasitas baterai bisa bertahan 9,5 jam. Dengan fitur andalan seperti ini, rasanya saya bisa terbebas dari deg-deg-an kendala teknis saat presentasi.

Fitur-fitur yang ditawarkan laptop 2in1 ini bisa jadi perangkat andalan buat para pelaku industri kreatif yang aktif, dinamis dengan mobilitas tinggi seperti saya dan suami. Tapi ingat semua kembali ke attitude masing-masing, selain dilengkapi perangkat kekinian menjadi pekerja lepas juga diharuskan memiliki kepribadian yang baik serta menyenangkan. Jadi gimana udah bikin iri belum? 😎

Punya cerita atau tips & trick menjadi pekerja lepas? Yuk sharing di kolom komentar atau tinggalan link blog untuk kunjungan balik ❤️

Ikuti Blibli.com Blog Competition Intel 2in1, hadiah laptop 10 ribu
Ikuti Blibli.com Blog Competition Intel 2in1, hadiah laptop 10 ribu

 

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

17 tanggapan untuk “5 gaya hidup pekerja lepas industri kreatif yang bikin iri!”

  1. Leptopnya bagus yaaaa…..keceh klo dbawa kerja kmn2…ayo beli iwedd biar makin ngebul dapurnya… #lahh gw malah kompor wkwkwkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s