Hati-Hati! Penipuan berkedok sewa mobil online driver.

Perhatian ⚡ Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Permasalahan yang terjadi di dalam cerita, tidak berlaku secara umum, tergantung masing-masing orang yang diajak kerjasama. Tujuan dibuat tulisan ini agar menghindari hal yang serupa terjadi pada orang lain serta meningkatkan kewaspadaan bagi yang menyewakan mobil pribadi kepada pihak lain. Selamat membaca & semoga berfaedah!

Mumpung masih gress kejadiannya jadi harus sesegera mungkin saya ceritakan lewat tulisan, DUA MINGGU YANG LALU MOBIL SAYA DIBAWA KABUR! Sebenernya, saya nulis ini masih dengan perasaan gemeteran, baru semalam mobil yang masih terikat kredit itu akhirnya kembali ke garasi rumah. Jadi begini ceritanya..

Tadinya niat untuk mencicil mobil emang karena kebutuhan tapi makin kesini ternyata baru sadar kalo sebenernya gak perlu-perlu amat make mobil untuk kegiatan harian. Daripada si Peno (nama mobil saya) kelamaan di garasi yasudahlah yah, saya dan suami berniat menyewakan mobil agar ada tambahan uang untuk bayar cicilannya (Kan lumayan yah mak). Ini bukan yang pertama Peno di bawa kabur, sebelumnya juga pernah. Tentang kabur yang pertama nanti saya cerita ditulisan lain 😅

Kami dapat informasi, kalo ada kenalan dari ayah saya yang berniat menyewa mobil buat dipakai nge-Gr*b dan Ng-ub*r, namanya pak Tono. Kata pak Tono dia sudah cukup lama berprofesi sebagai driver online dan menjanjikan setoran 150ribu per hari. Ayah dan suami makin percaya dengan Pak Tono setelah survey ke tempat usahanya bersama istri di Pasar Pesing dan juga lihat rumah kontrakan yang gak jauh dari tempat saya tinggal di daerah Karang Tengah, Ciledug. Pak Tono dan istri punya tempat usaha 3 kios parut kelapa dan juga sebuah mobil Pajero yang diakui miliknya. Biasanya dia nge-Gr*b dan Ng-ub*r pake Pajero, tapi karena boros bensin, makanya dia mau cari Avanza (yang mana itu mobil saya).

Duh ngeliat sikapnya yang sopan (ala orang Jawa) dan juga usaha kelapa parut yang berjalan 3 tahun, ayah dan suami menaruh kepercayaan ke Pak Tono. Dia pun ngasih copy-an kartu keluarga dan surat ijin usaha dari pengelola pasar. Setelah 3 hari survey dan komunikasi antara suami dan Pak Tono akhirnya tanggal 24 Juli (Senin) mobil berserta STNK berpindah tangan dari suami ke Pak Tono. Proses ini memang tidak disertai dengan kontrak atau perjanjian tertulis, karena ya itu ayah serta suami sudah memberi kepercayaan ke Pak Tono, saya pun ikut percaya juga meskipun cuma sekali bertemu beliau pada saat penyerahan mobil. Sejujurnya ada perasaan “gak enak” saat saya menyerahkan kunci serta STNK karena melihat gerak gerik aneh, tapi toh saya kesampingkan perasaan itu karena alasan ayah dan suami sudah percaya dengan Pak Tono.

Seminggu berjalan setelah Peno gak ada di rumah. Janji diawal Pak Tono akan menyetorkan uang setiap 3 hari tidak terpenuhi dengan alasan “setorannya akan diberikan seminggu. Sekalian saya balikin mobil karena mau libur”, kami pun berprasangka baik saja. Dia menjanjikan Peno akan dikembalikan di 1 Agustus (Selasa) karena dia ingin libur. Hari Selasa pun datang tapi dia gak kunjung datang, malah dia menelpon dan memberikan kabar kalo Peno dipakai anaknya untuk nge-Gr*b dan Ng-ub*r karena mengejar target 10 trip perhari. Saya dan suami percaya saja, karena kami berpikir untuk bekerja dan Pak Tono masih memberikan kabar (Ohhh betapa naifnya kami 😫).

Hari-hari berlalu alasan Pak Tono makin mengada-ngada soal kabar Peno dan juga setoran. Karena sudah hampir 2 minggu berlalu gak ada niat dari Pak Tono untuk menyetorkan uang, dia hanya pintar memberikan alasan. Suami meminta Pak Tono untuk mengembalikan Peno karena alasan mau dipakai keluarga. Dia pun menjanjikan hari kamis (9 Agustus) akan membawa Peno ke rumah. Saat hari rabu datang, Pak Tono lagi-lagi memberikan alasan yang aneh via telepon “Mobil avanza dipakai anak saya untuk keluar kota 3 hari sampai hari minggu. Saya kirim Pajero saja yah buat dipakai dulu.” Dikasih alasan kayak gitu saya dan suami curiga bahwa ada hal yang gak beres sama orang ini.

Hari Rabu (3 Agustus) ayah saya nyamperin ke rumah pak Tono di Karang Tengah, karena sudah geram dengan tingkah lakunya 😡. Ada kejadian yang bikin Ayah makin curiga dengan Pak Tono. Saat menuju kerumahnya, ayah melihat Peno keluar dari komplek rumah Pak Tono. Ayah ngikutin dengan motor dari belakang karena berpikir “Oh mobil sudah menuju rumah anak saya untuk dibalikin.” Tapi bukannya mengarah ke rumah saya, Peno malah berbelok arah lain setelah masuk pom bensin Metro Permata. Ayah langsung menghadang Peno dan mengetok pengemudi di dalamnya.

Ternyata yang di dalam bukan Pak Tono, tapi orang lain yang mengaku bernama Y*s dari Brimob Depok dan satu orang yang mengaku anak dari Pak Tono. Si Peno mau dibawa ke depok karena ada urusan. Meski orang itu menonjolkan pistol yang terkait di pinggang, ayah gak takut dan menegaskan bahwa mobil yang dia bawa adalah mobil ayah. Singkat cerita saat itu Peno dibawa oleh orang brimob itu ke daerah Depok dan ayah menuju rumah Pak Tono untuk minta keterangan.

Sampai di rumah, Ayah ketemu Pak Tono dan dia bilang kalo yang bawa mobil itu adalah anaknya, mau dibawa keluar kota selama 3 hari. Lagi-lagi Pak Tono menjanjikan mobil akan kembali di hari minggu (13 Agustus) 😒. Dengar informasi dari ayah dan cerita keanehan brimob Depok, kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya menunggu janjinya segera ditepati.

Lagi sibuk dengan kerjaan, Ayah nelpon kami di tanggal 12 Agustus (Sabtu) yang ngasih tahu kalo orang tua Pak Tono meninggal di Semarang, dan Pak Tono berangkat ke Jawa dengan membawa Peno. Dia minta dimaklumin dan akan mengembalikan Peno di hari rabu 16 Agustus setelah kembali dari Semarang. Mendengar kabar duka seperti itu mau gak mau kamipun turut berduka dan prihatin merasa iba atas peristiwa yang dialami. Pak Tono bahkan sempat mengirimkan foto pemakaman sebagai barang bukti. Kami cuma bisa ikhlas dan prihatin dengan kejadian itu dan berharap Peno segera kembali 😑.

⚡Klimaksnya di hari Rabu (16 Agustus) sehari sebelum hari kemerdekaan. Pagi harinya Pak Tono ngasih kabar ke Ayah, baru berangkat dari Semarang hari Rabu dan akan sampai Jakarta di hari kamis. Ayah udah gak bisa diem dengan tingkah pak Tono. Dia nyamperin ke Pasar Pesing, mau cari informasi dari istri dan anak pak Tono. Tapi ketemu sama istrinya di pasar gak menghasilkan informasi apa-apa. Dia hanya terdiam ketika ditanya soal kematian orang tua Pak Tono dan keberadaannya sekarang. Ayah dapat informasi penting soal Pak Tono dari seorang tukang parkir pasar. Yang ternyata mobil Pajero Pak Tono bukanlah mobil miliknya, Pak Tono terlihat warga pasar memang sering berganti-ganti mobil. Dan tukang parkir menyakinkan bahwa Pak Tono tidak di Semarang tapi masih di Jakarta, karena kemarin dia melihat Pak Tono menjemput istri dan anaknya dengan Pajero meskipun dia hanya di dalam mobil. Tukang parkir minta ayah untuk ke Pasar lagi jam 3 sore, karena diwaktu itulah dia selalu menjemput istrinya.

Dengar informasi kayak gitu, jantung dan dengkul ayah makin lemes dong 😟. Ternyata selama ini Pak Tono bohong dan memberikan janji palsu. Dari pasar Pesing, ayah langsung ke rumahnya untuk ngecek keberadaan pak Tono. Ternyata di rumahnya sudah menunggu 4 orang dari Cikarang yang ternyata adalah korban penipuan Pak Tono. Orang-orang dari Cikarang itu ingin menagih uang sewa mobil yang tertunggak selama 2 bulan tidak dibayarkan. Oleh keempat orang itu, Pak Tono diajak ke dalam mobil untuk menandatangi perjanjian baru soal pembayaran dan pengembalian mobil yang tertunda.

Ayah yang juga membawa teman dari satuan polisi segera menginterogasi Pak Tono di Polres Ciledug. Dari situ, Pak Tono mengaku bahwa ada 5 mobil yang menjadi korban penipuannya. Berkedok sewa mobil untuk nge-Gr*b dan Ng-ub*r mobil-mobil itu malah disewakan lagi ke kantor atau dijadikan jaminan ke orang lain. Di kasus kami, si Peno dijadikan jaminan kepada pak Y*s (Brimob depok) yang mobilnya tak kunjung kembali setelah beberapa bulan disewa oleh hotel di daerah Kota.  Setelah berbagai adegan layaknya di film action antara bad guy & good guy, akhirnya Peno bisa kembali ke rumah sekitar jam 2 pagi 😰.

Fuihhhh 😥 saya yang denger kisah ini dari ayah rasanya deg-deg-an banget. Gimana jadi ayah yang ngalamin langsung harus berurusan pelaku dan juga Polisi. Ternyata ketahuan sudah kalo Pak Tono ini memang seorang penipu dan mobil Pajero yang sering dia pakai, bukanlah miliknya. Itu milik orang lain yang dijadikan jaminan juga. Orang tua pak Tono sudah lama meninggal bukannya baru-baru ini. Foto pemakaman bisa jadi dia ambil dari googling. Orang macam apa, yang menjadikan kematian orang tuanya untuk alasan nipu?! 😤

Ada informasi yang mengatakan bahwa tadinya dia punya rental mobil tapi bangkrut. Mobil-mobil yang ditipu oleh pak Tono sebelum Peno, memiliki perjanjian/ kontrak yang lengkap yang ditanda-tangani oleh Pak Tono. Tapi apalah guna kertas-kertas itu kalo emang niatnya menipu orang lain. Kami sekeluarga tidak membawa perkara ini lebih jauh sebagai laporan ke Polisi, karena khawatir akan proses yang ngejelimet serta menguras energi biaya. Kami cukup beruntung karena Peno bisa kembali ke rumah. Saat ini Pak Tono sedang berada di tahanan Polres daerah Cikarang, karena pelaporan dari korban Cikarang.

Dari pengalaman ini saya heran akan sesuatu, jika hitam diatas putih tidak bisa lagi menjadi pegangan rasa percaya pada seseorang, gimana lagi yang cuma pake hati untuk menilai apakah orang itu jujur atau tidak 🤔. Kenapa ada orang-orang seperti Pak Tono yang mati rasa, tega menipu mereka yang secara jujur mencari rejeki. Saya nanya ke Ayah “Pak Tono ada kata minta maaf atau muka nyesel gitu gak yah pas di interogasi?”

“Gak ada. Dia cuma diem aja.”  🤐

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

24 thoughts on “Hati-Hati! Penipuan berkedok sewa mobil online driver.”

  1. Hmmm… Menyebalkan, dan menguras energi banget ya. Temanku juga pernah mobilnya dibawa kabur selama 1 tahun. Akhirnya dia enggak sewain mobilnya lagi. Thanks for reminder ya Wi. Tetep kudu hati2 dan berpikir ulang, apalagi sama orang yang baru dikenal.

    1. Iya ka Mira. Haduh gak tahu deh kabarnya kalo dibawa kabur 1 tahun. 2 minggu gini aja, udah bikin susah tidur. Semoga kita lebih hati-hati yah kak. 🙂

    1. Banget mba. Jadi gak ngerti lagi gimana cara bedain org jujur apa enggak. Meskipun pake perjanjian tertulis tetep ajah kalo niat nipu pasti ada aja caranya. 😢

  2. Usaha rental mobil nih resikonya besar banget. Suamiku bilanh kalo mau buka sewa mobil buat perorangan harus pasang Gps dan punya koneksi kuat aparat, kalo ga pasti sulit andainya dibawa kabur

    1. Iya mba tari. Bahkan kasus mobil yg aku sewain sebelumnya ke perusahan rental mobil itupun bermasalah. Pdhl backingnya aparat, tapi kena tipu sama karyawan dalemnya sendiri.

  3. Wiiih, sereeem. Dulu adekku pas tugas ke jepang mobilnya disewain, tp ama temen suaminya mba. Jd aman lah.. Dia balik ke indo, mobil jg kembali. Nah skr mau tugas lagi kesana. Tp kali ini 2 thn. Kayaknya ga mungkin disewain, akhirnya diputusin jual :D. Lebih amanlah.. Ntr balik lg k indo tinggal beli.. Ga mau ambip resiko mobil di tangan orang yg ga kenal sampe 2 thn gitu. Aku ama suami ga bisa jaga mbilnya krn garasi udah ga cukup

    1. Sama sama mba. Gemes banget mba, itu orang kayak gak ada penyesalan bahkan enak banget kasih alasan buat ngulur ngulur waktu. Semoga dijauhkan sama orang kyk gitu yah mba.

  4. Serem Dew!Untung si peno akhirnya bisa kembali dgn selamat ya.. Baca tulisan ini jd lbh berhati2, emang susah sekarang cari orang yg bisa dipercaya… sama saudara sendiri pun hrs tetap hati2 😦

  5. Di satu sisi saya sebal sekali dengan tingkah Pak Tono. Dan merasa seram juga kalau kejadian itu menimpa saya (amit-amit ya Allah). Tapi kok somehow saya juga kasihan ya sama Pak Tono 😕 Mungkin kalau beliau bertingkah seperti bos First Travel saya nggak bakal merasa kasihan sama sekali he he.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s