Buat kamu yang berusia 20-an, sebaiknya baca ini yah..

sebelum 30 - 1 (1)

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi kepada para pembaca blog Fee. Taste. Style khususnya perempuan yang lagi seru-serunya menikmati masa penuh kejutan di usia 20-an. Beberapa bulan lagi usia saya menanjak ke angka 30 (ehmmmm berumur banget yah). Fase usia dewasa yang katanya mulai serius mikirin hidup #tsaelah. Mungkin ada benernya juga kata orang-orang itu, karena di titik ini saya menanyakan “Udah ngapain aja sih wed selama ini?”. Dari pertanyaan itu, saya ketemu jawaban yang malah bikin saya nyinyir begini…

“Yaelah coba gue tahu ini lebih awal.”

Makanya dari itu pengen banget saya berbagi pengalaman ke kalian yang lagi happy-happy-nya. Siapa tahu lewat tulisan ini kamu jadi lebih mengerti apa yang sebaiknya kamu lakukan.

1. Buruan cari tahu passion-mu apa

1

Ini terdengar klise memang, tapi beneran deh ini penting. Sampe sekarang saya juga sebenernya masih bingung mendeskripsikan apa itu passion tapi kalo dirasa-rasa mah passion itu adalah yang kamu sukaaaaaaaa banget ngerjainnya. Nah nemuin yang kamu suka banget itu emang gak gampang. Pasti kamu sering denger kalimat ini..

“Aku tuh bingung passion aku apa. Karena aku suka semua, yang ini suka, itu juga suka.”

Hellllooooo girls, tenang, kamu gak sendiri. Banyak kok yang ngalamin hal yang sama. Rasanya pengen ngerjain semua yang “kayaknya suka” dalam waktu yang bersamaan. Mungkin banget kok kita jadi apa pun yang kita pengenin seperti kata opa Abraham Lincoln..tapi ya gitu itu semua butuh waktu dan tujuan yang jelas.

“You can be anything you want to be, do anything you set out to accomplish if you hold to that desire with singleness of purpose”

Dan kenapa saya bilang “kayaknya” karena masalah usia 20-an sebenernya kamu juga belum yakin apakah kamu beneran suka hal itu apa enggak. Hayo ngaku, sebenernya kamu pengen coba-coba aja. Usia 20-an emang masa yang seru buat nyobain hal-hal yang bikin kamu penasaran dan itu adalah wajar. Tapi biar gak nge-blunder dengan rasa penasaran kamu, coba deh bikin list hal apa aja yang kamu suka atau pengen, misalnya pengen jago piano, pengen jadi pendaki gunung, pengen jadi designer fashion , tulis semuanya apapun yang pengen kamu pengenin.

Nah setelah nyobain hal-hal yang kamu pengen, liat lagi list-nya, coret  list mana yang rasanya gitu ajah atau kamu bosen ngejalaninnya. Tiga hal terakhir yang gak bisa kamu coret itu, bisa jadi adalah passion kamu. Dan inget mencoba segala hal itu juga butuh waktu, kasih batas waktu ke diri sendiri misalnya 1 atau 2 tahun terus di review lagi deh listnya. Oia sebaiknya list itu ditulis gak cuma disimpan di notes hp, karena proses saat menulis itu adalah waktu dimana kamu beneran mikir dengan serius.

2. Punya mentor atau role model

2

Kamu udah punya list 3 hal yang kamu suka banget, selanjutnya cari mentor orang-orang yang udah sukses atau lebih dulu terjun ke dunia yang kamu pengen dalemin. Mentor ini bisa dari lingkungan keluarga, lingkungan kerja atau bahkan dia yang gak kenal kamu sekalipun. Minta secara baik dan sopan serta tunjukan keseriusan kamu ingin belajar sama mentor kamu itu. Bukan gak mungkin kamu pendekatan langsung ke Yoris Sebastian, kalo kamu ingin belajar creative bisnis. Mereka yang kamu anggap mentor biasanya sangat terbuka dengan orang-orang yang ingin belajar. Tinggal kamu buktikan aja seberapa gigihnya kamu menghadapi mereka. Hehe.

Kamu juga bisa baca buku biografi sukses para profesional atau pengusaha. Apa yang mereka jalanin memang belum tentu sama dengan kamu nanti, tapi beneran cerita proses gimana mereka membangun bisnis & menjalani profesi bisa jadi motivasi untuk terus berpikir positif.

“Success usually comes to those who are too busy to be looking for it.” Henry David Thoreau

3. Jangan menumpuk barang, mending belajar.

3

Di usia 20-an biasanya lagi seneng-senengnya ngerasain duit gajian. Dulu pas kuliah gak bisa bebas kalo mau beli apa-apa karena masih terganjal keputusan orang tua. Tapi setelah bisa punya uang sendiri tiap bulan  sebelum gajian udah mikirin mau beli ina inu atau nongkrong kemana.  Biasanya dua sampai  tiga tahun pertama pengeluaran kita abis begitu aja untuk gaya hidup. Gak ada yang salah dengan itu, semua itu wajar aja namanya juga uang sendiri terserah dong mau beli apa.

Tapi coba deh pikirkan baik-baik keputusan sebelum membeli barang. Saran saya sih, mending uang kamu jangan dihabiskan untuk menumpuk barang yang gak ada nilai jualnya ke depan. Sebaiknya uang kamu pakai untuk meng-upgrade skill yang ingin diperdalam. Misalnya ikut kursus bahasa inggris atau asing, seminar bisnis atau apapun yang kalian minati. Lebih baik memperdalam ilmu dan kemampuan atau travelling melihat dunia luar karena itu pasti akan berguna di masa datang daripada menumpuk pakaian di lemari (hehehe).

Keep on advancing girls!

4. Punya asuransi jiwa & kesehatan atau BPJS

4

Siapa di sini yang yakin hidupnya akan sehat terus?

Pastinya gak ada yang tahu kesehatan kita nantinya bakal gimana. Saya punya dua orang teman yang harus berjuang melewati masa kritis karena kanker sebelum usia 30 tahun. Siapa bilang kalo penyakit hanya untuk orang yang sudah berumur. Karena itu coba deh kamu budget-in tiap bulan pengeluaran kamu untuk kebutuhan asuransi kesehatan. Tadinya saya mikir “ngapain sih gue keluar duit tiap bulan untuk sesuatu yang gak pasti?ngabis-ngabisin duit aja.”

Kesehatan manusia memang gak pasti, tapi kalo sakit yang pasti biayanya mahal. Biaya kalo sakit itu mahal banget cyiiiiinn. Bisa lebih mahal dari cicilan rumah baru #hiks. Cari premi asuransi yang sesuai budget kamu. Jangan tergoda sama agen asuransi yang ngecap soal “nilai tunai” ratusan juta yang akan kamu dapat. Asuransi itu intinya kita membeli jasa pertanggungan resiko ke perusahaan asuransi  jika kita mengalami kejadian yang tidak diinginkan seperti sakit, kecelakaan dan kematian. Misalnya, kalo kamu biasanya beli baju seharga 500 ribu nah ini kamu beli asuransi seharga 500 ribu kamu akan dapat proteksi keuangan hingga 200 juta/ kasus (ini misal loh).

 So asuransi itu bukanlah investasi tapi kita membeli jasa proteksi.

Kalo nanti beberapa tahun lagi ternyata ada nilai tunainya (karena asuransi kebanyakan jual produk unit link) anggaplah itu sebagai bonus aja. Jadi kita gak terlalu berharap terus kecewa karena nilai tunai gak sesuai sama jumlah uang yang kita setor.  Kalo gak cocok sama asuransi konvensional coba aja cari tahu soal asuransi syariah. (Baca di sini untuk belajar lebih lanjut soal asuransi syariah.)

Tanyain apa aja ke agen dan minta dijelaskan dengan kalimat yang mudah dimengerti. Entah kenapa beberapa agen yang saya temui kok ngejelasinnya ngejelimet. Manfaatkan juga program jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah. Meskipun ngurusinnya rada ribet, tapi dengan BPJS perihal sakit-sakitan agak sedikit tenang karena ada yang jamin perawatannya.

Link BPJS pendaftaran online. 

5. Menabung & mulai berinvestasi

5

Biar uang gajian gak wussss ilang gitu aja, coba kamu paksakan untuk menabung rutin tiap bulan. Menabung ini banyak caranya bisa tabungan uang atau juga tabungan emas, kalo saya biasanya nabung di arisan dan juga tabungan berjangka di bank. Kebetulan mama adalah pengurus arisan ibu-ibu di sekitar rumah. Jadi saya menitipkan tiap bulan 500 ribu untuk disetor , karena jumlah peserta yang cukup banyak jadi hasil nabung arisannya juga lumayan.  Cari deh kelompok arisan yang kamu kenal dengan sistem yang gak ribet dan kamu percaya juga orangnya.

Atau kamu bisa manfaatkan produk tabungan berjangka di bank. Biasanya dengan menabung minimal 500 ribu tiap bulan selama setahun kamu sudah bisa punya tabungan berjangka. Lumayan banget hasilnya setelah 12 bulan ke depan.

Nah jika kamu sudah ada sejumlah uang nganggur (yang tidak terpakai untuk kebutuhan pokok) dan ingin memanfaatkan uang tersebut, yuk mulai belajar investasi. Entah investasi jangka pendek atau jangka panjang. Investasi bisa dimana saja bisa di usaha teman, logam mulai, properti, atau investasi reksadana dan saham. Dunia investasi ternyata gak serumit grafik-grafik yang keliatan. Pelajari resiko dan juga keuntungannya. Saya suka baca blog mba Fioney Sofyan seorang financial planner untuk belajar investasi saham. Lewat tulisannya diblog dunia investasi jadi terasa mudah. Makin dini kamu tahu investasi, makin cepat pula kamu merasakan keuntungannya. Investasi itu gak mesti nunggu punya dana besar, dengan 500 ribu kamu sudah bisa kok punya reksadana.

6. Perbanyak berbagi

6

Di usia 20-an karena lagi semangatnya mengejar karir jangan sampai kita lupa akan sekitar kita. Kita terlalu fokus dengan segala target yang kita buat sampai akhirnya gak peduli sama keluarga, teman, tetangga atau orang dipinggir jalan.

Rasanya yang ada di bumi cuma gue, gue dan gue!

Coba kamu berhenti sejenak, ambil napas dalam dan perhatikan sekitar. Kita hidup gak sendiri loh. Banyak orang disekitar kita yang butuh perhatian kita. Tunjukan perhatian kita dengan berbagi. Jangan pernah ragu untuk berbagi. Gak pernah ada cerita orang  rugi karena berbagi. Berbagilah sebanyak mungkin yang kamu bisa. Gunakan waktu 7 hari x 24 jam mu dengan sebaik-baiknya.  Berbagi bisa bermacam-macam bentuknya, bisa berupa uang, tenaga, pikiran, makanan, perkataan baik, tulisan, ilmu, waktu dan masih banyak lagi. Jika kamu merasa tidak bisa berbagi uang, luangkanlah waktu dan tenagamu berbagi di kegiatan sosial atau sebaliknya. Gak ada alasan untuk sulit berbagi karena kamu gak punya ini itu. Coba baca buku Notes From Qatar dari Muhammad Assad banyak cerita pengalaman tentang keajaiban sedekah yang di alami oleh Assad.

Berbagi gak mesti menunggu banyak uang, justru dengan berbagi kamu akan merasa kaya. Berbagi gak mesti menunggu pintar, justru dengan berbagi, ilmu baru akan kamu dapatkan. Dengan banyak berbagi kamu sudah berinvestasi kebaikan untuk masa depan.

7. Buat daftar MY BIGGEST DREAM, SEGERA!!

7

Hal yang saya sebutin diatas akan lewat gitu aja kalo kamu gak punya mimpi. Mungkin kamu akan bilang…. “Yaelah gue belum perlu deh invest atau asuransi kan hidup masih nyaman-nyaman aja gajian tiap bulan.” atau “Kantor gue sekarang udah enak banget, kayaknya gue gak perlu deh belajar ilmu lain.”…. 

Yes itu gak salah girls, tapi bukankah Tuhan memberikan kesempatan kita hidup di bumi ini pasti ada tujuannya. Jangan sampe Dia nyesel udah kasih kamu hidup hanya untuk menuh-menuhin semesta doang. Saya percaya setiap manusia itu istimewa dan mampu melakukan hal yang berarti di dalam lingkaran kehidupan (lahir, sekolah, bekerja, menikah, punya anak, tua dan mati). Bikin deh daftar mimpi-mimpi kamu dan tempel di kamar tidur. Jadi setiap kamu bangun tidur kamu merasa punya tujuan hidup. Ini terdengar klise tapi beneran deh kamu harus tahu tujuan hidup kamu dan itu berawal dari mimpi. Jadilah seperti anak kecil yang gak takut bermimpi akan apapun dan jadilah seperti orang dewasa yang konsisten membuat mimpi itu jadi nyata. Gak ada impian yang terlalu kecil untuk diwujudkan.

Start dreaming & make it happen (Agnes Monica banget kan..hehehe).

Good luck girls!!

 

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

14 thoughts on “Buat kamu yang berusia 20-an, sebaiknya baca ini yah..”

  1. Bener banget poin2nyaaa.. Terutama soal nabung dan investasi. Biar klo udah punya anak ga kaget karena sebagian pemasukan buat masa depan anak,hehehe.

  2. “….itu pasti akan berguna di masa datang daripada menumpuk pakaian di lemari (hehehe).” —-> pengalaman diri sendiri yaaahh?? hehe
    betuull!!! nambah skill, traveling sebanyak-banyaknya dan berbagi… kalau nabung iyaa tapi investasi belum kepikiran. hehe

  3. Nice sharing….
    tak terasa sudah mau angka 3 yaaah…
    Paling suka dgn “sedekah”, bersedekah tidak hanya pada saat punya saja, tapi bersedekah di saat sempit…

    keep writing dear

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s