Siapin 5 hal ini sebelum resign!

Melanjutkan post Resign? Enggak? 4 rasa khawatir sebelum resign ditulisan ini saya ingin berbagi apa saja yang saya siapkan sebelum resign. Saya anaknya tipe yang well prepared, apapun harus saya persiapkan untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi. Mungkin bawaan karena kebiasaan kerja, dulu mah Iwed anaknya gak gituh (hehehe).

Selama 1 tahun itu saya nyiapin segala hal yang saya butuhkan untuk menjadi seorang freelance. Saya memutuskan untuk tidak bekerja terikat sebagai karyawan lagi di perusahaan dengan berbagai pertimbangan. Berstatus freelance rasanya pilihan yang tepat untuk saya (dipost berikutnya saya akan share Kenapa saya memilih freelance). Tapi sebelum menjadi seorang freelance ini beberapa hal yang harus saya persiapkan untuk menghadapi persaingan kedepan.

1. Rencana setelah resign

Rencanakan hidupmu setelah resign. Selesai masalah dikantor lama maka akan muncul masalah berikutnya “Mau ngapain abis resign?”. Saya pribadi memutuskan untuk bekerja sebagai seorang freelance karena saya ingin belajar dunia diluar kantor saya terdahulu. Kedepannya saya berpikir untuk sekolah lagi (mohon doanya). Apapun itu sebaiknya memang kita punya rencana setelah resign, mau kerja di perusahaan lain, mau dagang, mau lanjut sekolah, mau menikah, mau freelance dan lain sebagainya. Rencana-rencana ini yang menentukan persiapan seperti apa yang kamu butuhkan sebelum resign.

Baiknya rencana ini memang masih ada hubungannya dengan apa yang kamu kerjakan sekarang. Itupun kalo memang kamu masih berminat dengan pekerjaan yang kamu jalani. Kalopun enggak ada hubungannya juga gak papa (hehe).

2. Networking

Seberapa banyak saya mengenal orang dan seberapa banyak saya dikenal orang itu adalah networking (menurut saya). Berhubung saya bekerja di industri (katanya) kreatif mau tidak mau networking adalah hal penting. Selama 1 tahun kebelakang hari-hari saya habiskan untuk menjalin networking. Networking ini gak melulu urusan kerja, tapi teman teman lama dari masa sekolah saya hubungi kembali entah di sosial media atau personal  via whaspp. Saya sadar kalo 4 tahun masa bekerja, saya jarang bahkan cenderung tidak pernah kontak dengan mereka. Ini beberapa hal yang saya lakukan untuk networking:

  • Menghubungi teman masa sekolah
  • Aktif lagi di sosial media – facebook, linkedin, tinder (yes tinder!)
  • Aktif di beberapa komunitas yang saya suka

bfb2f711712558dada3332461d49ec18Yang terpenting dari networking menurut saya adalah be honest. Saya menghubungi teman-teman lama bukan hanya sekedar basa-basi menanyakan kabar kemudian udah gituh ajah. Biasanya berawal dari halo-halo di whaspp kami akan lanjutkan obrolan dengan ketemuan. Mungkin saja setelah bertemu ada suatu hal yang bisa kami kolaborasikan bareng. Saya tipe orang yang lebih senang bertatap muka dan ngobrol panjang dari pada capek ngetik atau kuping panas karena telponan lama.

Aktif di Tinder mungkin buat kalian agak random sih (hehehe). Saya ngaku kalo saya cukup aktif menggunakan tinder malah ada teman yang bilang saya ini aktifis tinder (hehehe). Tinder salah satu apps yang cocok untuk saya menambah teman. Niat saya make tinder memang untuk menambah teman, kalo ternyata berlanjut menjadi pacar saya anggap itu bonus (haha). Di tinder saya menemukan beberapa kenalan (yang akhirnya menjadi teman) dengan minat sama atau bahkan ternyata bekerja di industri yang sama. Saya sih percaya jika niat kamu baik maka kamu akan bertemu orang-orang baik.

Soal aktif dikomunitas ini juga cara saya untuk networking. Saat ini saya aktif di Hijab Speak dan Cewequat dari situ ternyata membuka jalan saya untuk kenal dengan perempuan perempuan kece nan keren seperti Fikhanza, Ollie Salsabila, Bunga Mega, dll. Kenapa saya bilang kece nan keren? karena di usia muda mereka sudah bergerak membuat perubahan yang baik tidak hanya sekedar komplain. Bergabung di komunitas ini juga salah satu cara saya keluar dari inner circle yang itu-itu aja. Saya jadi mengerti ada banyak hal menarik diluar pekerjaan. Dan bersyukurnya apa yang saya pelajari di dunia kerja ternyata bisa ngasih kontribusi juga di dalam komunitas ini.

3. Skill/ Kemampuan

Berhubung saya ingin menjadi seorang freelance, maka saya harus punya kemampuan lebih dibandingkan freelance-freelance lainnya. Saya paham persaingan diluar sana ketat tapi saya percaya kalo rejeki gak ketuker asal kita tetap berusaha. Selama setahun kebelakang saya mulai berpikir tentang “Saya ingin dikenal orang sebagai apa?” dan ini berkaitan dengan kemampuan yang akan kembangin. Selama bekerja diperusahaan saya memang mengerjakan banyak hal dari situ saya memilah-milah mana yang jadi minat saya. Akhirnya menulis saya pilih menjadi minat saya, dan memproduksi video menjadi kemampuan saya berikutnya. Beberapa hal yang saya lakukan untuk nambah skill:

  • Update artikel perkembangan industri kreatif
  • Menjadi kontributor di Rula.co.id
  • Berlatih english writing

a7644a884f450292236a98dd963b460aTahu akan kemampuan yang kita miliki jadi hal penting untuk seorang freelance. Jangan sampai kita jual diri ke orang lain tapi gak tahu jualan apa. Yang ada orang akan bingung menawarkan pekerjaan apa yang cocok untuk kita. Pun jika kita memutuskan untuk berdagang atau memulai usaha sendiri, kita harus punya kemampuan dan misi yang niche tentang produk kita nantinya. Pastikan kita riset dulu dan fokus akan kemampuan yang akan kita jual nantinya setelah resign.

4. Duit cadangan

Ini lumayan bikin puyeng sih. Setahun pertama saya masih gak begitu peduli, soal tabungan sebelum resign. Duit gajian abis buat jajan dan jalan. Tiga bulan mendekati jadwal resign saya baru panik. Hahaha. Mohon ini jangan ditiru. Toh akhirnya saya beneran resign tanpa ada duit cadangan, sumpah saya mah nekat. Saya percaya rejeki gak akan lari kemana #iwedngeles. Tapi sebaiknya memang rencanakan keuangan jauh jauh hari sebelumnya jika kita memang berniat resign. Uang cadangan ini berguna untuk biaya hidup kita selama belum ada pekerjaan atau pemasukan baru. Bisa juga berguna untuk modal buka usaha. Yang bisa kita siapkan untuk duit cadangan:

  • Ikutan arisan
  • Buka tabungan berjangka
  • Jangan kebanyakan belanja gak penting

5. Pasrah ajah

Urusan resign atau enggak buat saya sama kayak urusan siap nikah atau enggak. Keputusannya harus ‘ajeg’, orang lain cuma bisa kasih masukan tapi yang memutuskan adalah kita sendiri. Jika memang kita sudah yakin ‘saat ini’ untuk resign, persiapan yang udah saya sebutin ini gak akan kamu pusingin. Kamu udah yakin bahwa resign adalah keputusan yang baik selanjutnya kamu percaya dan pasrah  aja sama yang Punya Rezeki. Saya yakin jika kita sudah berusaha dengan baik pasti akan ada hasil yang baik didepan. Gak perlu lagi kamu puyeng dan panik karena belum tahu mau merencanakan apa setelah resign. Keluar aja dulu dari satu pintu maka pintu pintu yang lain akan terbuka. Jangan lupa juga untuk memperbanyak sedekah dan ibadah. Insya Allah semua ada berkahnya.

af5d00daf4a4468d49dc7e743a7bf1b6Itu 5 hal yang bisa saya bagi pengalaman sebelum resign kemarin. Ini gak berlaku pasti loh yah tergantung keadaan kamu aja. Syukurnya setelah menjadi seorang freelance saya lebih HAPPY. Banyak hal yang menyenangkan saya dapat setelah saya memutuskan freelance. Sering kali kita suka lupa akan hal yang bikin happy. Karena tuntutan financial akhirnya kita mau gak mau kerja ditempat yang bikin kita gak happy padahal itu gak asik sih. Kerjain aja apa yang bikin kita seneng, dan Insya Allah rejeki pasti ngikutin.

Temen-temen yang punya pengalaman persiapan sebelum resign, monggo loh di bagi-bagi disini. Saya akan sangat senang sekali mendengar pengalaman kalian dan bisa jadi masukan buat yang sedang galau (hehe)

 

Iklan

9 thoughts on “Siapin 5 hal ini sebelum resign!

  1. Eh wed ga tahu deh… Aq juga barusan resign nih hahaha… Dg alasan yg sama… HAPPY. Ada point yg lebih bagus sebenernya ketimbang pasrah yaitu tetap berusaha. Trus ada lbh baiknya sebelum resign persiapan untuk apply ditempat baru. Jadi untuk masa setelah resign dengan beberapa opsi pilihan setidaknya terselamatkan. Ya meskipun saya skrg lebih banyak waktu luang (menganggur wkwkwk) setidaknya orang spt kita mengerti arti tentang happiness is priceless meskipun banyak omongan orang kita terlalu nekat. 😂

      1. Ih seruuuuu! Disana dicekokin apa sama Ira-Mora-Ahjumma? Hahaha

        Aaaaahkk diajakin ketemu sama kakak seleb jadi seneng. Hayu nanti ketemuuuu! 😘

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s