MY FEARS AND GOALS

My fears is me, myself and I.

Setiap orang pasti punya ketakutan dan kekhawatiran dalam diri sendiri. Dan untuk saya, ketakutan terbesar saya adalah menghadapi diri saya sendiri. Kenapa? Karena saya merasa memiliki dua kepribadian yang saling bertolak belakang. Kalo saya baca di internet isitilahnya Bipolar, tapi rasanya terlalu berlebihan jika saya menyebut diri sendiri bipolar syndrom.

Seperti halnya Yin-Yang, hitam-putih, baik-buruk, suka-duka begitu juga dengan kepribadian saya. Eits ini bukan berarti saya bermuka dua yah, yang ngomong di depan dan belakang beda. Tapi ini lebih kepada sikap saya dalam menanggapi suatu hal selalu dilihat dari dua sisi saya. Jadi gini saya memiliki dua karakter, Dewi dan Iwed. Saya mencoba menyederhanakan pemikiran saya mengenai mereka.

dewivsiwed

Dewi

Penurut dan taat peraturan. Tidak berani ambil resiko, cari aman. Introvert, kaku, plegmatis. Bijak, dewasa. Perencana jangka panjang. Saving. Warna: Hitam

Iwed

Spontanious – dreamer. Rebel, Suka hura-hura. Gak memikirkan resiko. Pemikir jangka pendek. Ekstrovert, sanguin. Gampang bosan. Spending. Warna: Kuning

Karena dua karakter yang kontradiktif ini saya jadi sering pusing sendiri. Berdebat sambil bicara dengan diri sendiri menjadi kebiasaan sehari-hari yang seringkali bikin orang disekitar saya bingung sama tingkah saya. Dewi sering banget nyalahin Iwed karena keteledoran dan pilihan spontan yang berujung salah. Gitu juga dengan Iwed, sering ngompor-ngomporin Dewi yang bukan seorang risk taker. Iwed seorang pemimpi dengan segala imajinasi. Sedangkan Dewi merasa hidupnya saat ini sudah sangat nyaman dan tercukupi. Saat menulis ini pun saya juga bingung mau ambil sudut pandang dari mana. Dewi yang ngomongin Iwed atau seorang Iwed yang ngomongin Dewi. Arggghhhh.

Dengan dua karakter ini, jadi tantangan buat saya untuk saling mendamaikan mencari jalan tengah. Jika saya terus berkutat dengan perbedaan keduanya, maka gak akan pernah ketemu titik tengahnya. Berakibat saya keseringan jalan ditempat dan selalu merasa puas dengan impian yang hanya ada diangan-angan. Just dreaming not action. Please don’t do that Dewi & Iwed!!! (lah ini yang nulis siapa? – hahaha auahhh)

My Goals

Beberapa minggu lalu di pagi hari yang cerah ceria, saya di whatsapp sama kak Bunga yang ngasih pertanyaan sulit. Pertanyaannya lebih sulit dari game Duel Otak “Wed 2 hal yang mau kamu kerjain terus sampai mati apa?”. Saya cuma bisa jawab “Kak masih pagi, kok udah ngasih pertanyaan susah bener. Belum tahu kak.”

Yes ternyata diusia yang (tidak lagi) muda ini, saya masih bingung soal apa yang mau saya lakukan di hidup ini. Bukannya menjawab pertanyaan, obrolan di whatspp malah berlanjut dengan saya curhat perihal passion hidup. Kak Bunga ngasih beberapa insight supaya saya tahu apa yang sebenarnya mau saya kerjaan.

Pertanyaan kak Bunga pun saya lempar ke temen-temen lewat status FB. Saya mendapatkan jawaban yang sangat beragam. Paling tidak beberapa temen-temen saya di FB sudah tahu apa yang mau mereka kerjakan dalam hidup ini sampai mati. Mereka sudah tahu apa hal yang menjadi semangat dan gairah mereka setiap bangun pagi. Sedangkan saya entahlah?!

To be honest diparagaf ini saya belum bisa memutuskan apa yang akan menjadi goal saya. Jika saya jawab soal uang, kekuasaan dan kesenangan itu sudah pasti bukan menjadi tujuan hidup saya. Ya siapa sih yang gak mau tiap bulan liburan ketempat-tempat eksotik atau belanja barang-barang fancy tanpa harus mikirin “bayar cicilan gimana?”, saya ingin hidup itu, tapi ya gitu hanya sekedar ingin. Saya tidak mau menjadi bagian orang yang bekerja keras selama 6 bulan. Meski mengeluh dengan beratnya pekerjaan namun tetap dikerjakan karena kebutuhan untuk mengumpulkan uang. Kemudian uang dihambur-hamburkan untuk liburan keluar negri terus pameran foto deh di media sosial hanya untuk bikin warga dunia maya iri. Tidak ada yang salah dengan itu, tapi tidak, itu bukan saya.

Saya ingin memiliki hidup yang berarti dan bermanfaat. Meskipun bukan untuk orang banyak, setidak untuk saya dulu saja. Saya ingin terus menciptakan karya yang memiliki makna untuk saya sendiri dan syukur-syukur untuk orang lain. Karya seperti apa? Karya apa saja yang bisa saya buat. Saya tidak mau membatasi diri akan kemampuan yang saya miliki.

Saya ingin banyak berbagi kepada orang disekitar saya. Jika saya tidak bisa berbagi uang, saya bisa berbagi tenaga. Jika saya tidak bisa berbagi tenaga, saya akan berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki. Intinya saya ingin berbagi. Karena dengan berbagi, saya merasa ada gunanya hidup di bumi ini. Saya tidak mau mengecewakan Sang Pencipta, membuat dia menyesal telah menciptakan saya di dunia ini hanya untuk menuh-menuhin galaksi aja (hehehe).

Di akhir tulisan ini jika saya ditanya lagi “Wed 2 hal yang mau kamu kerjain terus sampai mati apa?” maka saya bisa menjawab dengan tegas..

SAYA INGIN TERUS BERKARYA & BERBAGI SAMPAI MATI.

goals

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “MY FEARS AND GOALS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s