Passion Alert!!

What is my passion?

How to find my passion?

Dua pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang sampe sekarang masih belum juga saya temuin jawabannya. Mungkin kamu juga mengalami hal yang sama. Makin banyak umur, makin kenceng itu pertanyaan “nguwing nguwing” dikepala. Semakin kenceng saya berusaha cari jawaban, malah saya semakin pusing. Banyak usaha yang saya lakukan untuk nemuin jawaban ini. Dari ikut talkshow Rene Suhardono, dengerin ceramah super Mario Teguh, baca-baca buku self motivation dan segala usaha lainnya. Tapi toh saya belum secara bulet nemuin jawaban diatas. Bersyukurlah kamu yang sudah tahu pasti apa passion-mu. Buat yang belum, janganlah bersedih hati karena kalian tidak sendiri. Hehehe.

Perjalanan mencari passion emang tidak gampang. Itu bukanlah perjalanan yang bisa dilakukan dalam “sebulan kelar” tapi itu perjalanan seumur hidup. Saya pun terus nyobain segala hal yang saya pikir “kayaknya saya suka” untuk dijajal sampe nantinya ditengah jalan saya berhenti karena bosan. You Never Know Until You Try, thats my motto. Tapi itu juga yang membuat saya terkesan setengah-tengah dalam berusaha (hehehe). Lingkungan tempat saya berada, dikelilingin oleh 2 tipe kategori manusia. Manusia yang bekerja sesuai dengan passion dan manusia yang bekerja karena memang kebutuhan financial. Dan saya hidup diantaranya, bekerja karena kebutuhan financial yang nantinya saya harap akan nemuin passion saya. Kepusingan nyari jawaban diatas akhirnya membuat saya berdamai dengan diri sendiri bahwa….

“Wed gak semua orang menelan secara bulet-bulet passion mereka.”

Bersyukurlah kamu yang sudah jelas (bulet sempurna) maunya jadi apa. Pengen jadi artis, jadi food blogger, jadi travel blogger, jadi illustrator, jadi fotografer, jadi fashion designer atau jadi apapun yang kamu mau, karena  tahu passionnya. Tapi buat saya atau kamu yang belum juga ketemu passion itu apa, jangan berkecil hati karena kita masih bisa menikmati perjalanan itu. Meskipun saya belum ketemu passion saya secara bulet, tapi saya bisa merasa tanda-tanda “alert” bahwa saya ada di-track yang benar untuk menemukannya.

  • Pekerjaan saya menambah pengetahuan dan skill.
  • Pekerjaan saya menambah networking atau pergaulan.
  • Pekerjaan saya menyediakan ruang untuk saya berekspresi dan berkreasi.

Tiga poin diatas menjadi pegangan saya saat ini, bahwa saya ada di jalan yang benar. Setahun lalu saya pernah mengajukan surat resign hanya karena saya bosan tiap hari harus kekantor dan berniat pengen punya usaha sendiri karena ikut-ikutan trend. Tapi akhirnya saya urungkan karena rasanya tidak adil buat diri saya sendiri jika saya melewatkan kesempatan yang ada didepan hanya karena kebosanan dan ikut-ikutan orang lain. Kamu jangan terburu-buru memutuskan untuk keluar dari kantor yang sekarang hanya karena bosan melakukan pekerjaan yang sama tiap hari, hanya karena iri melihat teman yang (kayaknya) sukses menjalani bisnis, hanya karena iri liat travel blogger yang selalu ketempat-tempat seru dengan (kayaknya) modal foto dan tulisan.

Pikirkan dan cerna baik-baik keputusan kalian dan coba liat alert diatas. Mungkin saja sebenarnya kamu sudah ditrack atau pekerjaan yang tepat tapi kamu belum sadar aja. Kalo kata mba Riana Bismarak “Gak semua orang harus jadi entrepreneur. Tapi jika kamu yakin kamu seorang entreprenuer lakukan dengan passion.” Nah jangan ambil keputusan resign dari kantor dengan tujuan pengen jadi entrepreneur yang lagi trend atau karena tempat kerja sekarang gajinya kecil. Jadi seorang entrepreneur dibutuhkan nekat dan nyali bukan hanya sekedar pengen dan ikut-ikutan. Dan coba liat lagi, mungkin saja ditempat kamu kerja sekarang meskipun gajinya kecil, tapi sebenernya kesempatan didepan terbuka lebar jika kamu tahu caranya. Buat saya misuh-misuh ditempat kerja karena problem pekerjaan atau teman kerja adalah hal wajar. Saya juga tidak bisa setiap hari jadi orang yang selalu ceria dan positif selalu. Jangan jadikan itu alasan untuk melewatkan kesempatan di depan. Coba renungkan lagi tiga poin diatas, jika memang ditempat sekarang bekerja kamu tidak mendapatkannya barulah berpikir untuk banting setir kebidang atau tempat kerja lain.

My last words, don’t try to be other person, just be the best version of you. Good luck. 

Iklan

2 thoughts on “Passion Alert!!

  1. saya pernah baca satu artikel menarik terkait passion: http://99u.com/articles/51623/the-many-many-problems-with-follow-your-passion

    mungkin bisa ditengok mbak dewi. Bisa jadi pembanding bahwa ada beberapa cara pandang orang yang tidak setuju bahwa kita bisa mapan karena mengikuti passion, karena seringnya sesuatu yang disebut “passion” itu berkaitan dengan seni. Orang-orang pada umumnya kan pasti lebih ngelirik jenis pekerjaan yang, well, katakanlah dokter, PNS, banker, karyawan kantor, yang begitu-begitulah, yang kesannya lebih mapan. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s