Movie review: Snowpiercer bikin takjub

Sabtu kemarin wiken saya sangat sibuk, sibuk maen lebih tepatnya. Saya mental dari satu event ke event yang lain, berasa anak gaul gitu deh. Salah satu eventnya nonton gratis di Korea Indonesia Festival Film di Blitz Pacific Place (KFF). Film yang ditayangin berasal dari produksi sutrada Korea dan Juga Indonesia. Sebelum hari Sabtu, saya sempet riset kecil-kecilan nontin trailer film yang ditayangin. Dan yang menarik perhatian saya adalah Snowpiercer karya sutradara Bong Joon Ho.

Nonton trailer film bergenre science fiksi ini saya sempet bingung, ini film barat atau Korea karena para pemain kebanyakan dari Holywood seperti Chris Evans, Tilda Swinton, Jamie Bell. Pemain Korea cuma 2 orang Song Kang Ho dan Go Ah Sung. Ngeliat trailernya aja saya berasa nonton film Hollywood karena visual yang beda banget dari film-film Korea yang biasa saya tonton. Yaiyalah beda saya kan biasa nonton film Korea drama melankolis. Hehehe.

Namanya juga gratisan, yah harus rela ngantri dua jam sebelum pemutaran film. Jangan harap dapat tiket kalo ujug-ujug dateng pas jam pemutaran. Tayang jam 7 malam, saya sudah standby depan loket dari jam 5 sore. Deg-deg an juga gak dapet tiket karena untuk penonton regular kursi yang tersedia cuma 4 baris dari dekat layar karena yang lain udah penuh dengan undangan. Tuhan emang sayang sama umat Nya yang sabar, ngantri berjam jam saya dapat dua tiket dibarisan depan. Gak papalah dangak dangak dikit kepala. Secara gratisan yah. Hehehe.

Snowpiecer bercerita tentang kehidupan ditahun 2030-an saat bumi mengalami masa dingin yang sangat panjang akibat pemanasan global. Karena buminya dingin banget dan gak bisa buat hidup, manusia yang bertahan tinggal didalam kereta yang panjang banget. Manusia didalam gerbong juga dikelompokan berdasarkan kasta masing-masing. Konflik terjadi saat manusia dari gerbong paling belakang, yang mana kastanya rendah banget merasa ketidakadilan sama kasta manusia kaya raya yang ada di gerbong depan. Meskipun cerita ini science fiksi, bagi yang gak kuat nonton dengan darah dan pembataian mending jangan nonton deh. Karena sadis gituh banyak adegan bunuh-bunuhan.

Alur cerita gimana seorang dari kalangan bawah (Chris Evans) menuntut keadilan menurut saya serupa dengan yang terjadi dikehidupan nyata. Orang kaya makin kaya dan orang miskin makin tertindas karena kemiskinannya. Orang kaya merasa punya hak atas orang-orang miskin karena harta dan kekuasaan. Pada akhir cerita (maaf yah kalo spoiler) ada twist bahwa ternyata manusia juga yang mengatur skenario kehidupan didalam kereta. Seperti siapa yang harus mati agar kehidupan tetap seimbang dan siapa yang harus membuat gerakan pemberontakan. Semua skenario sangat terencana, terlihat seperti takdir dari Tuhan padahal manusia yang ngatur. Empat jempol buat Bong Joon Ho sebagai penulis naskahnya.

Sedangkan dari segi visual, saya mengacungi empat jempol (lagi) ke pak sutradara. Mata saya sangat dihibur dengan visual yang keren. Pengadeganan, warna, angle, framing semua terlihat keren dimata saya. Syuting dilokasi yang tidak terlalu luas macam gerbong kereta, butuh banyak imajinasi gambar karena terbatas ruang. Pasti syutingnya gak beneran digerbong kereta sih, tapi menjaga agar film berasa di ‘gerbong’ itu susah loh.

Karakter pemainnya juga keren banget. Saya suka dengan Mentri Mason yang diperankan sama Tilda Swinton. Makeup karakternya ngingetin saya sama Johny Depp di Charlie & Chocolate Factory. Pemain supporting jadi bodyguard Mason berdarah dingin  (yang saya lupa siapa namanya) dengan tampilannya kayak om-om juga keren. Ekspresinya gak banyak, tapi dari gesture saya tahu bahwa dia psycho yang pengen balas dendam karena kawan/ saudara nya mati dibunuh. Pemain Korea juga gak kalah keren, Go Ah Sung artis muda kelahiran 1992 berhasil memainkan karakter sebagai penyandu narkoba yang bisa cenayang dengan sangat deabak. (baca: keren). Bahkan gara-gara film Snowpiercer, dia dapat kontrak  dengan agensi Hollywood. Huwooowww.

Overall saya kasih poin 8.5 dari 10 untuk film Snowpiercer. Sayangnya kalo kalian mau nonton film ini udah gak tanyang di bioskop secara film tahun 2013 yah. Padahal kalo nonton di bioskop makin seru dengan audio yang menggelegar.

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s