CATATAN MIMPI #1

Bukan bukan ini bukan catatan soal mimpi atau cita-cita yang saya inginkan di masa depan. Tapi ini catatan mimpi-mimpi selama saya tidur. Saya sering tertidur tanpa mimpiin apa-apa, dan saya sering juga ngimpiin hal-hal yang absurd, aneh, serta random. Mimpi yang random itu bikin perasaan deg-degan, takut, capek, jatuh cinta atau nano-nano. Tapi pas udah bangun dan nginget nginget  mimpi saya malah mikir “Tadi gue mimpi apan sih, aneh banget!!” . Saya yakin kalian juga sering mimpi absurd dan gak masuk akal, tapi rasanya seneng aja gituh pas di mimpi. Hehehe.

Tujuan bikin tulisan ini, biar ada dokumentasi aja, kali aja gitu kalo udah panjang bisa dibikinin film (ngayal kang cendol mode on). Seru aja gitu kalo apa yang saya mimpin bisa diceritain keorang. Tapi kalo ada yang bisa baca arti mimpi saya, boleh kali yah di share..hehehe.

Jikalau kalian baca Catatan Mimpi ini (syukur-syukur ada yang mau) tolong jauhkan dari logika dan realita. Karena setiap kali saya ceritain mimpi ke orang-orang, mereka selalu bilang “Mimpi lo aneh banget sih Wed!!” atau “Lo kalo mimpi yang ada ceritanya dong, atau endingnya gitu, biar jelas!!!” Namanya juga mimpi, yah kan bisa ngalor ngidul.

Biar mudah nyeritain mimpi random saya dan juga yang baca ngerti, nulisnya saya buat kurang lebih kayak skrip  film (walalupun saya juga belum pernah bikin film yah..hehehe). Kalo saya tidak terlalu malas, mungkin ada beberapa cerita yang akan saya buatin moodboardnya.

Yesss Happy dreaming 😀

Dini hari, 16 April 2014

TOP &  PAPAN CATUR

Int. Cafe shop macam starbuck dengan lampu temaran dan nuansa kayu.

Day light

Saya dan seorang teman wanita lagi asik ngopi dan ngobrol ngalor ngidul . Saya duduk didekat pintu masuk kaca tepat menghadap jalanan. Saat saya menyeruput hot chocolate, dari balik pintu kaca muncul pria tinggi mengenakan kemeja putih. Bagian lengan ia gulung sampai setinggi siku, celana chino coklat dengan bretel serta sepatu kulit bikin penampilan dia terlihat sangat classic. Top seorang rapper idola saya, masuk coffe shop dengan sempurna dan langsung menuju barista.

Saya

Gila itu TOP baru aja lewat. Ahhh gue mesti gimana dong!!

Saya panik gak jelas di depan teman dan akhirnya memberanikan diri untuk menyapa TOP di meja barista. Kesempatan ini gak datang dua kali, jadi saya harus berani. Saya menyapa TOP dari balik bahu kirinya.

Saya

Hai TOP, boleh saya foto sama kamu

TOP

Yaaa tentu aja

TOP dan saya akhirnya ber-selfie dengan handphone ditangan saya. Saya senangnya bukan main. Setelah bilang terima kasih, saya kembali ke meja dan senyum gak berenti-berenti.

Cut to 

Int. Ruang tipi dirumah

Night light

Dengan bercelana pendek dan megang cemilan ditangan kiri, saya asik nonton acara TV. Tiba-tiba dari sebelah kiri terdengar suara pintu terbuka. Gak pake basa basi, masuklah TOP dengan tampilan yang sama saat di coffe shop menuju ruang TV. Ayah keluar dari arah dapur dengan celana pendek, dan langsung menyapa dan menjabat tangan TOP.

Ayah

Hai TOP datang juga kamu

TOP

Yesss i’m here sir

Saya terbengong melihat pemandangan itu. Segera setelah ayah bersalaman dengan TOP, iya menuju kamar. TOP duduk bersila didepan TV sambil menunggu ayah. Ayah keluar kamar dengan senyum dan sebuah papan catur.

Ayah

Are you ready TOP??

TOP mengangguk tanda ia telah siap. Mereka berdua pun bermain catur dengan konsentrasi tinggi diantara monitor TV dan saya. Saat mereka sedang konsen saya menari-nari layaknya penari Indian memanggil hujan, mengitari mereka berdua dengan memegang kaleng cemilan.

Cut to

Chubby manager datang menghampiri TOP, membuyarkan konsentrasinya saat sedang memegang poin catur. Dia berbisik ditelinga TOP. Tak lama dia pun berdiri tanpa menyelesaikan permainan catur dengan ayah. Dibalik jendela rumah saya melihat banyak fans cewek yang membawa poster dan berteriak histeris memanggil TOP. Tanpa berpamitan ke ayah, TOP segera balik badan berjalan menuju keluar rumah sambil memakai kaca mata hitamnya dengan dikawal manajer.

Saya terbengong didepan TV.

TOP WITH BRETEL.001

 

SECRET AGENT 

Untitled 2.003

Ext. Depan rumah mewah bergaya eropa

Day light

Saya dan Seungri adalah seorang agent rahasia sedang mengintai sebuah rumah mewah bergaya Romawi dengan pilar-pilar besarnya. Rumah itu digunakan sebagai sarang mafia kelas berat. Kami bersembunyi dibalik mobil sedan hitam yang terparkir tidak jauh dari dari gerbang rumah. Seungri mengenakan setelan jas berwarna hitam berjongkok dekat ban mobil.

Seungri

Gimana cara kita masuk kesana? Anjingnya banyak banget, gede-gede lagi. 

Saya 

Ahhh gue juga takut.

Kemudian dari balik gerbang tinggi, keluarlah seorang wanita bertubuh semampai dengan potongan rambut lurus pendek berponi. Dia pake kemeja sleeveless berwarna yellow lime dipadu dengan rok mini berwarna biru. Wanita itu melewati mobil sedan hitam tempat kami bersembunyi. Saya dan Seungri mengikuti dia dari belakang. Dia berjalan cepat kemudian membelok kearah gang kecil. Ketika kami berbelok, wanita itu hilang digantikan oleh seekor kucing anggora putih berbulu tebal menggunakan kostum yang sama dengan wanita yang hilang tadi.

Seungri

Udahlah kita bawa aja ini kucing, kali aja kita bisa masuk kerumah itu. 

Kami berdua berada di depan gerbang yang dijaga oleh dua pria botak tinggi besar berkacamata hitam. Kami menunjukan kucing berkemeja kuning, dan tanpa ragu penjaga itu menyuruh kami masuk tanpa curiga. Saya dan Seungri kemudian berpencar. Saya berjalan disebuah lorong dengan dinding semen yang belum dicat dengan hati-hati. Lorong itu menuntun saya kesebuah pintu kayu besar. Saya membuka knop pintu secara perlahan, tak lama kemudian terdengar suara baku tempat dari dalam ruangan.

Cut to

Int. Lorong semen dan ruangan dengan walpaper merah

Mendengar suara tembakan saya bersembunyi dibalik kursi bergaya Romawi mencari perlindungan. Saya memberanikan diri melihat apa yang sedang terjadi. Terlihat dua orang pria berperawakan Jepang yang saling baku tembak berhadapan layaknya koboi-koboi. Mereka saling tembak tapi gak ada yang mati, yang ada malah seisi ruangan itu jadi berantakan. Bulu-bulu angsa saling berhamburan karena peluru yang kena bantal kursi. Pemandangan semakin dramatis dengan tebaran bulu-bulu dibalik walpaper merah.

Cut to

Ext. Depan rumah mewah bergaya eropa

Saya berlari tergesa-gesa melewati lorong sampai ke pintu gerbang depan. Segera saya naiki motor cross yang ada didepan rumah. Beberapa penjaga berbadan besar menjegal saya. Gas motor saya tarik sekencang mungkin hingga penjaga itu terjungkal.

Cut to 

Ext. Ladang jagung

Day light

Pelarian saya dengan motor cross membawa saya kesebuah ladang jagung (macan ladang jagung The Raid 2 gitu deh). Terlihat ada sebuah kapal kayu yang sangat besar (kayak kapal Pirates of Caribian) didepan ladang jagung itu. Banyak kuli-kuli yang turun dari kapal memikul karung-karung diatas bahu meraka. Saya berbelok diantara ladang jagung dan melompat dari motor cross yang sedang berjalan. Akibat lompatan saya berguling-guling di pematang ladang. Disana saya bertemu Bang Yahdi.

Bang Yahdi sedang tiarap di cekungan pematang ladang. Cekungan berbentuk kayak lobang makam tapi lebih panjang sehingga muat untuk 2 orang dan tidak terlalu dalam. Dari dalam situ Bang yahdi sedang mengintai mafia yang sedang bertransaksi. Saya ikutan tiarap didalam cekungan.

Saya 

Jadi gimana bang??

Bang Yahdi 

Udah lo tunggu aja disini dulu, sebentar lagi Daus bawain kamera.

Tak lama kemudian, Daus dengan kemeja kotak-kotak merah menghampiri kami yang sedang tiarap di dalam cekungan membawa tas kamera. Setelah memberikan kamera Daus pun pergi meninggalkan kami.

Bang Yahdi

Lo pasang tripod disini arahin kamera kearah mafia itu. 

Inget jangan sampai ketahuan.

Saya memasang tripod dan kamera didalam cekungan. Dari balik lensa saya melihat dua orang penjaga yang sama saat saya berada di depan rumah besar Romawi sedang berbicara melalui earphone-nya. Sampai akhirnya saya sadar bahwa dia melihat arah lensa kami. Dia pun menyadari kehadiran kami dan berlari mendekat kearah kamera. Saya berpencar mencari arah yang berbeda dengan Bang Yahdi saat penjaga itu mengejar kami.

Cut to 

Int. Dalam rumah gubuk desa

Saya berlari terengah-engah menghindari kejaran penjaga berbaju hitam diantara jalanan pematang desa yang dikelilingin sawah. Lelah berlari, saya masuk kedalam rumah gubuk tua yang sudah reyot untuk bersembunyi. Saya berusaha bernapas mendekati tembok gubuk berusaha bersembunyi. Para penjaga tidak melihat keberadaan saya dan lewat begitu saja didepan gubuk. Setelah suasana agak tenang, saya berjalan melihat keadaan dalam gubuk.

Langkah saya sangat hati-hati sampai akhirnya saya menemukan puluhan makam dengan nisan didalam gubuk.

Untitled 2.002

— THE END —

Iklan

2 thoughts on “CATATAN MIMPI #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s