First Trip 2014 (Sambungan)

Batman Cave & A mist of Bromo

Day 3

Bangun pagi di villa Panderman Batu Malang, ngasih saya energi baru. Semangat yang hilang di hari kedua, kembali meletup letup bagaikan rebusan telor indomie. Saya siap untuk memulai perjalanan untuk rafting di sungai Pekalen atas Probolinggo. Perjalanan dari Batu ke Probolinggo memakan waktu sekitar kurang lebih 3 jam. Suasana rafting yang dijanjikan, membuat saya gak sabar ingin cepat nyampe. Sesampainya di Noars Adventure (operator rafting) kami langsung diminta bersiap-siap karena kedatangan kami yang telat. Setelah siap dengan perlengkapan rafting, kami naik mobil bak terbuka menempuh perjalanan ke hulu sungai sekitar 1 jam perjalanan. Dari turun mobil kita masih harus berjalan menurun ke arah hulu sungai.

Rombongan kami dibagi ke dalam 3 perahu. Saya bersama 4 orang teman masuk ke perahu ketiga dan menamakan diri sebagai tim Hore. Saya benar-benar terpukau dengan pemandangan di kanan kiri sungai. Tebing – tebing tinggi mengiringi perjalanan kami. Berasa lagi dimana gituh. Karena arus yang cukup deras di musim hujan, kami jadi gak repot untuk keseringan mengayuh. Jeram – jeram di pekalen atas sungguh SUPER MEGA BOMBASTIS SERUHH!!.  Goa didalam air terjun dijadikan tempat bersarangnya batman alias kelelawar. Suara dan bau kotoran kelelawar jadi keseruan tersendiri selama rafting.

Slide5

(1) Depan air terjun goa kelelawar
(2) Tim Hore
(3) Kasian guide nya..heheh
(4) Bukti udah pernah ke Pekalen Atas

Banyak titik dimana perahu bisa berhenti istirahat serta ngasih waktu untuk berfoto-foto. Kan jarang-jarang rafting di Pekalen jadi banyakin stock pamer lah yah. Hehehe. Jalur rafting sepanjang 12 KM gak berasa capek sampai akhirnya guide mengarahkan untuk minggirin perahu. Puas rafting kami kembali berjalan kaki menuju basecamp Noars untuk bersih-bersih dan makan malam. Sekitar pukul 20.00 kami melanjutkan perjalanan menuju bromo…

Day 4

Lelah berseru-seruan rafting, kami tertidur pulas di mobil dan terbangun saat berada di depan gerbang masuk Gunung Bromo sekitar pukul 23.00. Pertama kali yang saya rasakan adalah…dingin. Suasana gerimis dan berkabut membuat pemandangan di sekitar mobil feels so creepy. Turun dari mobil saya buru-buru masuk kedalam penginapan mencari tempat yang gak terlalu dingin. Tapi usaha saya nihil. Karena dimanapun saya berada, udaranya  tetep aja dingin. Buat yang tidak membawa perlengkapan untuk melawan dingin, gak usah khawatir karena banyak pedagang yang menawarkan beanie, sarung tangan dan jaket. Ditengah dinginnya penginapan, saya berusaha untuk memejamkan mata karena pukul 02.00 harus bersiap untuk naik ke bromo.

Pukul 02.30 saya bersama 5 orang teman sudah berada dalam mobil jeep yang menghantarkan kami ke jalur penanjakan Bromo. Saya cukup kaget melihat suasana jalur penanjakan yang sangat ramai. Banyaknya pengunjung domestik dan mancanegara membuat suasana penanjakan seperti dipasar festival, rame banget!!!!. Semua orang disini, berharap bisa melihat sunrise di view point Bromo yang cetar mebahana itu loh. Tapi segarnya cahaya matahari, kalah dengan tebalnya kabut abu-abu. Berdasarkan info warga, sudah hampir seminggu Bromo ditutupi kabut tebal di musim hujan.

Note : Tidak perlu banyak membawa jaket tebal, karena ada penyewaan jaket di area penanjakan.

Slide3

(1) Nongkrong sampai jam 7 pagi di warung Baladewa. Warung ini pernah dikunjungi pak SBY dan bu Ani loh. Penting!!!
(2) Ramai pengunjung di view point Bromo yang berkabut
(3) Kayak hutannya Edward Cullen yah..heheh
(4) Meski berkabut foto-foto dulu lah yah

Selesai dari view point kami lanjut melihat keindahan bromo yang lainnya, Gunung Batok, Bukit teletabis dan bukit pasir. Sayangnya saya tidak sempat untuk menanjak ke kawah Bromo yang fenomenal itu..hiks hiks..jangan tanya kenapa nanti saya sedih lagi. Yak selesai bermain-main di Bromo, pukul 11.00 kami memutuskan untuk lanjut ke Surabaya. Rombongan pulang ke Jakarta menggunakan kereta Kertajaya dari stasiun Surabaya dengan keberangkatan pukul 17.00.

Slide4

(1) Depan penanjakan kawah Bromo. Disini banyak warung dan toilet loh.
(2) Bukit teletabis
(3) Bukit pasirnya Dian Sastro
(4) Foto di bukit teletabis

Begitulah perjalanan saya selama 4 hari. Honestly, i’m little bit disappointed, karena banyak rencana yang tidak sesuai planning. Waktu 4 hari ternyata tidak cukup untuk menikmati berbagai tempat yang saya kunjungi. Namun banyak cerita dan pengalaman yang saya dapatkan untuk perjalanan saya berikutnya.

Travelling it’s not being a tourist, but being mingle with people & nature.  A good traveler has no fixed plans and is not intent on arriving. 

#Feel #Taste

Iklan

8 thoughts on “First Trip 2014 (Sambungan)

  1. Nah kan? Kalo ke jawa timur sana kayaknya musti 2 minggu ya, Wed. Biar semua terjamah… 🙂 Aku penasaran bgt pengen ke bromo, apadaya A3 masih pada kicik2, tunggu 5 tahunan lagi kali ya…

    1. Bener kayknya harus 2 minggu.
      Semoga A3 nya cepet gede yah mba, seru pasti kesana bareng anak anak. Kemaren aku liat banyak yg bawa anak anak juga, paling kecil kyknya sekitar kelas 4an deh..hehehe

    1. Iyes mba enak pokoke rafting di pekalen. Nagih.
      Kalo ke bromo baiknya pas musim kemarau, biar dapet sunrise, tapi resikonya suhu bakal lebih dingin dibandingkan musim hujan..hiii gak kebayang dinginnya kyk apa.. T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s