Sincere

Bulan lalu saya ditugaskan untuk membuat video testimonial band Noah. Setelah band Noah didaulat menjadi brand ambasador salah satu klien, kantor juga dilibatkan beberapa kali untuk meliput kegiatan yang dilakukan Noah bersama klien. Kebetulan kali ini saya yang ditugaskan untuk membuat video testimoni ini. Reaksi saya pertama kali saat mendapat tugas ini “Oh Noah, berarti saya ketemu Ariel dong?!”. Saya bukan penggemar band Noah, pun juga saat mereka masih menggunakan bendera Peterpan. Lagu mereka tidak ada didaftar playlist mp3 saya. Namun musik mereka cukup akrab ditelinga, karena tahu lah sepak terjang band ini seperti apa.

Untuk video testimonial ini, saya bersama 2 orang tim berangkat ke Makassar karena Noah akan melakukan konser disana. Proses pembuatan video ini cukup menegangkan juga. Rencana awal kami akan melakukan interview di studio Prambors Makassar, tapi karena masalah keamanan lokasi berpindah di hotel Santika tempat mereka menginap. Kami tiba di studio Prambos sekitar jam 10 pagi dan rencana interview akan dilakukan jam 8 malam. Kami sengaja datang lebih awal untuk mempersiapkan segala sesuatu. Tiba di studio kami langsung sibuk menge-set lokasi studio yang ternyata tidak sebagus namanya. Pindah pindah interior kami lakukan demi mendapatkan angle yang bagus di kamera. Namun kami mendapat berita yang gak enak, saat set yang kami persiapkan sudah tersusun dengan baik. Ternyata pihak mall dimana studio itu berada, tidak mengijinkan kedatangan Noah dikarenakan faktor keamanan. Takut rusuh gituh, secara fanbase Noah disana cukup banyak. Kebayang gimana chaos-nya itu mall kalo tiba-tiba muka Ariel & the genk nongol di muka umum.

Jam 5 sore, akhirnya klien memutuskan untuk memindahkan lokasi ke hotel Santika. Sampai hotel pun kami harus ngulik lokasi yang pas untuk interview. Mood video yang saya harapkan divideo testimonial ini adalah calm, friendly & hommie bukan macam video interview ala infotaiment. Saya ingin menangkap serunya mereka sebagai seorang teman bukan sebagai superstars Indonesia. Kami selesai ngulik bloking sebelum waktu kedatangan Noah yang dijadwalkan. Tapi kedatangan mereka harus mundur dari jadwal karena pesawat yang delay (Indonesia apa sih yang gak delay??). Rencana datang jam 8 malam mereka baru sampai hotel jam 10 malam. Saya cukup khawatir  mereka akan bad mood karena terlalu lama diperjalanan. Namun kekhawatiran saya gak terbukti.

IMG_9692_Fotor

David yang pertama kali masuk ke dalam ballroom hotel (lokasi syuting) menyapa saya dengan ramah terlebih dahulu. Bahkan dia juga meminta maaf atas keterlambatan tim Noah, dan merasa tidak enak akan hal itu. Saya cukup kaget mendengarnya. Dia meminta ijin kepada saya, untuk bisa berganti pakaian sebelum memulai interview. Selanjutnya personel Noah yang lain pun datang ke ballroom, Uki, Lukman, Reza dan Ariel. Mereka dengan ramah menyapa semua orang yang ada di ballroom itu. Dan menyampaikan maaf katas keterlambatan. Saya agak aneh. Ternyata masih ada artis yang tenarnya se-Indonesia bisa bersikap humble seperti ini.

Selesai mereka makan malam, kami melanjutkan proses interview. Selama interview, mereka sangat menyenangkan dan kooperatif. Setiap pertanyaan yang saya ajukan, mereka jawab dengan gaya dan pemikiran mereka masing-masing. Setiap kata yang mereka ucapkan bukanlah basa basi for the sake of being ambasador tapi benar-benar mereka sampaikan dari hati. Kenapa saya bisa berkata seperti ini? Karena saya bisa merasakannya. Saya berpendapat seperti ini bukan karena pesona Ariel yang katanya digila-gilai banyak wanita. Jika kita sering bertemu berbagai macam orang, kita pasti tahu mana yang tulus dalam bertindak, mana yang tidak.

Apa yang mereka dapatkan sekarang adalah hasil dari apa yang mereka kerjakan terus menerus. Dan mereka mengerjakan itu semua dengan hati.  Obrolan singkat dengan Noah memberi saya pelajaran bahwa jika kita melibatkan hati dari apapun yang kita kerjakan, pasti akan ada hasilnya. Jangan berhenti jika memang kita menikmatinya. Seperti kata Ariel ” Musik itu segalanya.”

So what do you think? Are you sincere enough to live ur life?

#Feel #Taste

Iklan

8 thoughts on “Sincere

    1. Iya yah jum. Aku juga merasa tulus, tapi sering juga ada pikiran ” Gue menjalani hidup ini, karena keharusan, bukan karena keinginan.” Panteslah kalo terkadang hati ini bosen menjalani rutinitas keharusan. hehehe.
      Tuh kan gue lebay lagih..

      1. Yaaahh~~ mungkin dengan menjalani hidup karena keharusan, kita belajar mencintai apa yang kita miliki, baru dehh nantinya kita akan memiliki apa yg kita cintai ??? 😀
        Amin

  1. Aduh, Wed. Ini kalo temenku liat fotomu ini, bisa histeris dia. Ariiieeeellll…! Hahaha…
    aku bukan fans beratnya Noah/Peterpan juga sih, cuma ya akrab lah ya sama lagu2 mereka. Dan.. Wed, bisa nggak kalo suatu saat ada acara di Bandung (dan ada artis terkenalnya) kamu kontak2 aku? Biar bisa foto bareng artis, gituuuu… hahaha….

    1. Wah temen mba fans nya Ariel yah?
      Aku lebih tertarik sama Uki..hahaha

      Siap mba…
      Kalo aku kontak lagi ada acara tapi gak ada artisnya, gpp kan?? pengen ketemuan aja sama mba..hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s