— To be continued —

Sentaro. Sentaro Junior. Siro. Baby Siro.

Saya beberapa kali punya kelinci dirumah. Awalnya pas tinggal dibogor, saya sempet bawa kelinci yang dibeli dari pasar bogor untuk dipelihara. Kelinci berwarna abu-abu putih saya kasih nama Sentaro (kalo yang doyan baca komik pasti tau nama ini). Di rumah Sentaro jadi kesayangan mama. Sentaro gak pernah telat dikasih makan, walhasil ukuran badan yang imut imut berubah jadi ukuran badan yang amit-amit. Sampe pada akhirnya Sentaro harus pergi meninggalkan kami. (Jangan tanya gimana dia pergi. Ngenes).

Sedih karena kehilangan Sentaro, saya beli lagi kelinci dengan warna yang sama. Saya kasih nama Sentaro Junior, belinya juga di Bogor. Dua minggu saya tinggal kuliah di Bogor, saya denger kabar kalo Sentaro Junior menghilang dari rumah. Analisis orang rumah, Sentaro Junior loncat dari lantai dua terus dimakan sama kucing. Makanya mayatnya gak ketauan ada dimana. Poor baby.. T_T.

Pengen mengulang kesuksesan melihara Sentaro sampe gede, mama pun beli kelinci. Kali ini dikasih nama Siro (tau dong inspirasinya dari mana?!). Kelinci putih bermata merah yang ngegemesin. Saking sayangnya mama dengan Siro, mama bikin lagu judulnya Siro. Mama selalu nyanyiin lagu Siro jika lagi main bareng Siro. Hehehe lucu deh. Kami berhasil melihara Siro sampe besar dan MELAHIRKAN. Proses persalinan Siro adalah momen yang gak terlupakan.

Menjelang dewasa, Siro (yang ternyata betina) dikawinin sama kelinci tetangga (saya gak tau namanya, anggap saja Boy). Siro dan Boy, sempet kami suruh tinggal serumah, buat pedekate antar kelinci. Kami sempet ragu, apakah Siro ini mau ama Boy apa enggak. Karena setiap kita pelongo ke kandang, Siro sama Boy pasti lagi jauh-jauhan. Tiga hari tinggal serumah, akhirnya Boy kami usir kembali kerumah orang tuanya (saeeeekkkk).

Gak berapa lama ternyata Siro menunjukkan gejala-gejala aneh. Gejala kelinci hamil…jeng jeng…ternyata kepergian Boy meninggalkan benih di rahim Siro. Kami sekeluarga menyambut bahagia calon keluarga baru. Kejadian lahiran Siro, adalah momen yang EPIC SE EPIC EPIC-nya. Malam hari menjelang proses lahiran, Siro sibuk mondar mondir lantai dua nyari tempat lahiran. Gak berapa lama terdengar Siro mengerang kesakitan di lantai 2. Mama langsung sigap nyari baju bekas untuk alas lahiran Siro, kami sekeluarga tegang melihat dan mendengar Siro yang kesakitan. Gak berapa lama keluar 4 bayi kelinci masih merah merah kayak anak tikus. Huwwwoooooooooooooooo…kami sekeluarga seneng luar biasa. Ngertikan rasanya dapet keluarga baru.. Ini mereka…..baby ciyo.

Jeko
Monic
Jeki

Sentaro

Aaaahhhh mereka lucu sekali. Sayangnya mereka sudah tidak ada didunia ini. Yang saya ingat kami berhasil membesarkan mereka berempat dengan sehat (atau ada yang meninggal yah? Saya lupa). Ahhhhhhh i miss them so much..Pengen punya peliharaan lagi deh. Impian saya, pengen punya anjing jika saya sudah punya rumah sendiri. Semoga berhasil.

Note : Sebenernya ada peliharaan lucu lagi, Monic si Ayam Montok. Tapi nanti aja deh ceritanya. 😛

— Done —

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com