#3 Discuss being Single.

Slide1Single!! Wow it’s very sensitive topic in age like me. Sulit yah boo ngebahasa label single di umur segini. Bagi yang masih single diumur segini pasti cape dengan pertanyaan “Kapan kawin?”. Menjawab pertanyaan “Kapan kawin?” sama beratnya seperti menjawab pertanyaan “Kapan lulus?” saat 5 tahun kuliah gak kelar kelar. Ngenes. Selalu ada ekspresi meremehkan dibalik mereka yang bertanya “Kapan kawin?”. Buat saya itu pertanyaan basa-basi. Cukuplah orang tua dan keluarga dekat saya yang menanyakan hal itu, gak perlulah temen ‘cukup’ dekat nanya juga. Being single is not my decision tapi alam yang belum mempertemukan saya dengan jodoh.

“Oh berarti gak laku dong wed?!”

Helloooooo..emangnya saya sayur mayur dagangan pasar pake istilah laku apa enggak. Please deh!!. Saya sempat mencoba berhubungan serius, tapi yah namanya juga belum jodoh jadi mau gimana, bertahun tahun pacaran juga putus ditengah jalan. Sulitnya jadi single yang cuma 1, capek ngeladeni pertanyaan basa basi “Kapan kawin?”. Selebihnya hidup saya baik-baik saja.

Freedom for being single…

Bebas mau kemana & sama siapa. Ini adalah previlege yang tidak dimiliki oleh kamu yang berpasangan. Biasanya jika punya pasangan, kemana dan sama siapa harus laporan. Harus jelas. Apalagi kalo pasangan kamu posesif banget, pasti cape tiap hari di interogasi. Single, bebas kemana saja dan sama siapa saja. Butuh temen buat mondar mandir tinggal telepon, janjian, dan fuuoooolaaaa saya gak sendirian.

Bebas ngimpi. Berpasangan sama artinya membagi mimpi dan kompromi dengan impian sendiri. Saya pernah merasakan terbuai saat bersama pasangan. Rasanya gak bisa hidup kalo sehari aja gak ketemu, gak enak makan kalo belum dapat kabar dari dia. Pikiran tentang dia dia dia, menghabiskan waktu 24 jam 7 hari saya, dan sampai akhirnya saya lupa akan target dan impian saya. Jadi mumpung masih sendiri dan belum punya tanggungan, ini saat yang tepat untuk mewujudkan target yg telah saya buat.

Yah gitu deh freedom for being single versi sanguihijabi. Pasti selalu ada bad side and good side dari setiap label. Mau label single ataupun label pacaran pasti ada enak dan gak enaknya. Tinggal gimana cara kita menyikapi aja. Saya mencoba nikmatin aja status single ini, dan ‘mencoba’ gak terlalu pusing. Sendok aja ada pasangannya masa iya sih saya dibiarin single sama Tuhan. Hehehehe.

Note : Tulisan ini dibuat hanya untuk keperluan ngeles. Sok asik aja jadi Single. DAMN!!!

— Done —

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

7 thoughts on “#3 Discuss being Single.”

  1. hahahahaha~~
    setuju tok wesss sama isi tulisanmu, wed~ dari awal sampai titik terakhir ituuhh~~ hahaha
    apalagi yg ini —-> ” Sulitnya jadi single yang cuma 1, capek ngeladeni pertanyaan basa basi “Kapan kawin?” 😀
    sama yg ini —>”Sendok aja ada pasangannya masa iya sih saya dibiarin single sama Tuhan” <—– yg ini tak kasih jempol 10… hahahahhaa

  2. sebenernya setiap fase hidup itu ada kenikmatannya sendiri-sendiri. pas lagi single (selama kita udah usaha), nikmatin ajah hal-hal menyenangkan dari being single….kayak lagunya Oppie “Single Happy” 🙂 Aku pun gitu, wed. Selama belum dikasih anak, lakuin ajah hal-hal menyenangkan yang tidak bisa dilakukan ketika punya anak (salah satunya backpacking trip!!)

    1. Iyah sih mba.
      Setiap fase pasti ada aja pertanyaaanya.
      Dan pengen cepet cepet lulus dari pertanyaan “Kapan kawin?” biar ada peningkatan hidup..hehehe.
      Seru banget pasti bisa backpacking bareng suami yah..
      *doa dan ikhtiar yang banyak wed!!!*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s