Mengapa Gw Terusik Dengan “Tes Keperawanan”

Sebagai wanita saya setuju dengan pendapat mas Henry Manampiring.
Hargailah kami….

The Laughing Phoenix

Kemarin saya membaca berita tentang rencana melakukan tes keperawanan di SMA (link berita di kompas.com: http://regional.kompas.com/read/2013/08/19/2212178/Siswi.SMA.di.Prabumulih.Wajib.Tes.Keperawanan). Alasannya karena marak praktik mesum atau prostitusi oleh siswa.

Bahwa pemerintah (pusat atau daerah) sering mengeluarkan ide-ide absurd dan bodoh mungkin bukan sesuatu yang baru. Ada ide-ide aneh yang memang lahir dari keterbatasan fungsi otak pejabat tertentu. Tetapi ada juga ide-ide yang sebenarnya sangat “logis” dari perspektif mereka (misalnya, bisa memperkaya kantong sendiri atau kantong partai). Saking seringnya mendengar soal ide-ide kebijakan bodoh atau licik ini, gw sampai udah terbiasa. Dengan kata lain, sudah kebal/baal, sampai tidak merasakan apa-apa lagi.

Tetapi entah mengapa untuk wacana yang satu ini, jujur gw merasa terusik. Mengapa? Beberapa alasan:

  1. Asimetri gender. Lagi-lagi, wanita berada dalam posisi dipojokkan. Mengapa hanya status keperawanan yang harus diuji? Mengapa tidak keperjakaan? Mengapa wanita wajib menjaganya, tetapi pria tidak? Gw yang pria aja merasa marah mendengarnya. Ini hampir sama dengan kasus perkosaan…

Lihat pos aslinya 385 kata lagi

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s