#Part 02

LIGHTER

…Setelah puas mengemontari penampilan band indie (entah namanya siapa), aku memutuskan untuk memintanya untuk menemaniku mencari kado ulang tahun.

Ji temenin aku cari kado yuk, takut kemaleman..”

“Mau cari dimana?”  Aji bertanya padaku sambil tersenyum manis. Oh Tuhan, kenapa cowok sekeren ini ternyata punya senyum yang manis juga, sungguh tidak adil.

Kita ke ITC fatmawati ajah deh, kayaknya deket dari sini. Dan rencananya aku mau cari kupluk lucu-lucu gitu. Kak Dian lagi pengen kupluk gituh.” Yap Kak Dian adalah kakak sepupuku yang minggu lalu berulang tahun. Walaupun sudah lewat hari ulang tahunnya, pasti dia tidak akan menolak jika ada yang memberikannya kado.

Aku dan Aji, berangkat menuju fatmawati dengan mobil kebanggaanya, Mr. Brown. Mobil Suzuki Jimny berwarna coklat, yang jika membuka pintu penumpang harus melalui pintu driver, karena pintunya tidak bisa dibuka dari luar. Ini pertama kalinya aku bisa duduk diatas Mr. Brown. Rasanya?! bangga.

Sesampainya di ITC, aku segera mencari kupluk lucu disetiap toko baju wanita yang kami lewati, berharap menemukan koleksi yang menarik. Tapi sayang sudah semua toko kami masuki, tidak satupun aku temukan koleksi kupluk yang aku inginka. Ada sih tapi kupluk ala anak gunung atau memang khusus untuk musim dingin.

Nyari kupluk kayak gitu untung-untungan lagi. Gak ada tempat yang khusus jual kayak gitu, kecuali kalo kamu cari dionline.” Aji meruntuhkan semangatku, ketika aku sudah hampir menyerah mencari disekeliling ITC.

Susah nyarinya, tapi kalo kamu masih penasaran sih hayuk aja kita cari lagi.” Melihat Aji yang sudah kelelahan menemaniku keliling, akhirnya aku memutuskan untuk menyudahinya saja.

 “Yaudah deh ji, ternyata kamu bener susah nyari kupluk lucu gitu, nanti aku coba cari online aja deh.” Ternyata sudah dua jam kami keliling mencari kado, dan hampir semua toko baju di ITC kami masuki. Aku kesal bercampur sedih, karena dia benar mengenai ‘susah cari kupluk’ dan juga karena pencarian ini harus berakhir, sudah tidak ada lagi alasan Aji untuk menemaniku.

Saat kami berjalan menuju parkiran, kami berdua sempat terhenti didepan toko yang menjual berbagai jenis wine. Melihat toko wine, aku jadi teringat idolaku yang sangat menyukai Wine. Hampir setiap malam idolaku ini meminum wine.

Aku suka banget sama wine” Suara bass Aji, membuyarkan lamunanku.

Dengan sang Idola masih memenuhi alam bawah sadarku, aku spontan menjawab “ I like someone who likes wine.”

Yess!!”  Aji bertingkah seperti orang kesenangan dan jalan mendahuluiku. “Ji tungguin…”.

Kenapa kamu seneng banget?!” aku penasaran dengan tingkah anehnya.

“Gak papa..” Dia memasang tampang seperti anak kecil yang sedang menyembunyikan sesuatu.

Eh kita ngopi-ngopi dulu yuk.”  Saat kami sudah berada didepan mobil dan siap untuk masuk, Aji memberikan tawaran yang membuat hatiku senang.  Aku pun mengiyakan tawaran tersebut.

Kami mencari tempat ngopi yang santai didaerah Fatmawati, dan pilihannya jatuh di warung kopi pinggir jalan. Tidak seromantis yang aku harapkan, tapi setidaknya aku punya waktu lebih lama bersamanya malam mini.

Dua gelas kopi hitam, menemani obrolan ngalor ngidul kami. Karena terlalu sibuk mencari kado yang gak ketemu-ketemu, aku  hampir lupa dengan ‘pelepas dahagaku’..rokok.

 “Hahhh enak banget rasanya bisa ngerokok sambil nyeruput kopi item.”  Kataku asal kepada siapa saja yang mendengar.

Hahahaha kamu tuh tampilan doang cewek, kelakuannya mah kayak kuli.” Aji tertawa ngeyel, menjelek-jelekan ku. “Eh pinjem korek dong.” Aku memberikan korek setiaku yang bertanda ‘A’ itu kepada Aji.

Selesai membakar rokok kreteknya, Aji terlihat asik memainkan korekku. “Koreknya buat aku yah.

Heh..kenapa kamu gak punya korek? beli aja lagi murah kok. miskin amat sih.” Aku dibuat kaget dengen pertanyaan Aji.

I like it..” Jawab Aji singkat.

Apa bagusnya itu korek?” Aku masih gak ngerti dengan pikiran Aji.

Gak bagus sih, cuma aku pengen punya sesuatu dari kamu aja.

What?!  jawabannya hampir membuatku keselek saat sedang menyeruput kopi panas. Aku dibuat bingung dengan jawabannya.

Aku hanya terdiam sambil melihat matanya. “Gimana? boleh gak?

Oh Tuhan, apa yang harus aku katakana ke Aji.

“ Itu korek sebenarnya punya ade ku.” What?! kenapa itu yang harus keluar dari mulutku sih.

Dengan segera Aji melempar kembali korek itu kearahku

Gak jadi deh, ternyata bukan punya kamu.“ Raut wajahnya berubah kesal saat melempar korek itu.

Sebenarnya ini korekku, tapi aku lebih memilih berbohong soal korek, aku ingin tahu bagaimana reaksinya. Dan setelah melihat reaksinya, aku merasa sedikit memiliki harapan.

 —

Iklan

9 thoughts on “#Part 02

  1. iweddd~~!!! lanjutannya mana????
    pertama baca yang kemaren ituu masih gak gregetan wedd, eehh waktu baca yang ini, asiikk juga ceritanya~~ pinter banget bikin orang penasarannn~~!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s