Cari Duit atau Cari Hati?!

Sabtu kemarin, setelah rencana lari pagi sekian lama hanya sekedar rencana akhirnya kemarin terjadi juga. Lari pagi emang menjadi PEER yang “ribet” buat saya yang lebih senang bangun siang. Tapi ada yang agak berbeda dengan lari pagi kali ini. Saya memang penikmat lari sendirian dan jarang berbincang dengan orang sekitar yang sedang melakukan aktifitas di sekitar  (Fyi saya lari dilapangan bola dekat dari rumah), jadi saat ada yang menyapa saya untuk berbincang saya cukup merasa aneh. Mungkin kalo yang mengajak ngobrol adalah cowok atletis nan tampan rupawan saya ga akan keberatan atau curiga ~ maklum single ~ tapi kalo om-om perut gendut jadi agak mikir dua kali untuk menanggapi ~hehehe dasar pemilih~.

Ternyata om-om itu adalah guru olahraga yang sedang mengajar anak muridnya berlatih sepak bola, mungkin dia agak amaze terhadap saya ~cewek, lari sendiri, kuat lari gak berhenti-henti keliling lapangan bola~. Kalimat sapaannya pertama kali yang membuat saya #jleb.

“Mba atlet yah? kok kuat dari tadi lari terus?”

Nyopot earphone “Gak pak.” (Hellohhh apakah badan saya terlihat seperti Risa Rumbewas!!)

“Atau mba kerja dimenpora yah?”

Si om mulai ngasal “Gak kok pak?!” (Hellohhh apakah saya lari sambil pake baju PNS!!)

“Lari berapa putaran?”

“Cuma 5 putaran kok pak.”

“Wah kalo saya udah ga kuat segitu, 1 putaran aja saya sudah ngap” (hmmm wajar sih pak kalo liat kondisi perut bapak.)

Obrolan pun berlanjut dan saya terpaksa menghentikan aktifitas lari sejenak karena diajak ngobrol.

“Mba kuliah atau kerja?”

“Saya kerja pak, didaerah tanah kusir.”

“Wah kerja apa? bank atau PNS?” (Entah kenapa justru 2 pilihan itu yang dijadikan pertanyaan pilihan ganda)

“Bukan pak, saya kerja diperiklanan.”

“Oh dulu kuliahnya dimana?” (mulai ga enak nih perasaan saya)

“Di IPB bogor pak ambil kelautan.” (Ekspresi si om mulai aneh)

“Kok dari kelautan bisa ke periklanan, ga nyambung dong?!”

“Yah gitu deh pak.”

“Kenapa ga sesuai bidang aja, kan ilmunya akan kepake dan justru dibidang kelautan kan uangnya lebih banyak….”

“….Kalo kamu kerja ga sesuai bidang, paling kamu ngerjain yang berdasarkan orang suruh aja. Bukan berdasarkan pengalaman kamu. Jadi sayang ilmu kamu ga kepake. Lagian kenapa ga jadi PNS aja, kan enak tuh?!” (Saya manggut-manggut mendengarkan celoteh om-om ini)

Dengan bijaknya saya menjawab “Saya cari kerjaan yang pake hati pak bukan hanya sekedar cari duit?!” dan om-om itu pun berlalu kembali mengajar anak muridnya.

—-

Pertanyaan dan ekspresi seperti tadi emang sering banget saya dapatkan dalam obrolan orang baru. Dimana kuliah formal saya sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang saya kerjakan sekarang. Dan mereka selalu berpikir “Kok bisa?! kan sayang ilmunya?”. Sebenernya saya bisa saja melamar & bekerja dibidang yang sesuai dengan ijasah (Sarjana Kelautan) namun entah mengapa selepas kuliah di 2011 saya sama sekali tidak berencana kesana. Untuk sekedar melamar PNS pun saya sama sekali tidak berminat. Menurut saya pekerjaan menjadi seorang PNS kurang menantang (No offense). Melakukan aktifitas pergi jam 8 pulang jam 5 menjadi rutinitas yang membosankan  apalagi jika dikerjakan dari senin sampai jumat.

Semenjak SMA saya memang tertarik untuk menekuni dunia broadcasting. Menjalani aktifitas di dunia TV menjadi impian saya. Namun “Juragan” berkehendak lain, untuk terjun kedunia TV ternyata saya tidak harus kuliah dikomunikasi atau sejenisnya, tapi dengan kuliah di bidang kelautan saya bisa bekerja di bidang broadcasting. Juragan memang punya cara-Nya sendiri dalam memperlakukan hamba-hamba Nya. Contohnya saja bos saya, dia sama sekali tidak pernah kuliah dibidang komunikasi ataupun pertelevisian bahkan dia tidak tamat kuliah. Namun sekarang dia bisa mendirikan perusahan dibidang periklanan dan banyak orang yang mengenalnya sebagai kameraman handal.

Saya memang tidak pernah tahu apa yang telah ditentukan Juragan terhadap jalan hidup saya. Saya hanya percaya bahwa dia pasti sudah memberikan rencana terbaik untuk saya jalani. Tinggal apakah saya mau menjalaninya atau tidak. Mungkin sekarang penghasilan saya tidak seberapa jika dibandingkan teman-teman saya yang bekerja dibidang kelautan. Namun saya yakin jika dilakukan dengan hati pasti hasilnya tidak akan mengecewakan.

Semoga teman-teman juga mempunyai keyakinan yang sama dengan saya.

Selamat berjuang dengan hati.

#feel #taste

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

4 thoughts on “Cari Duit atau Cari Hati?!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s