Ganteng Tapi…

“Ganteng sih..tapi..”

Pasti kata itu yang terucap pertama kali, saat kita tahu kalo gebetan ternyata kelakuannya tidak seganteng penampilannya. Istilah dari mata turun ke hati ternyata berlaku hukum “belum tentu”..yang benar dari mata nyangkut dulu ke kepala. Kita pasti sering menyukai orang pertama kali karena penampilan, “wah si anu ganteng..wah si ini cantik ya”,  yang membuat kita tertarik untuk mengenal lebih dekat bagaimana karakter gebetan.

Yang berlanjut jadi pasangan pasti dikarenakan satu sama lain saling jaim-jaim-an untuk menarik perhatian satu sama lain. Tapi gimana kalo keadaannya gebetan terpaksa menjadi temen deket/ tongkrongan. Mau tidak mau, pasti kita akan ‘sangat mengenal’ karakter gebetan kita bahkan sebaliknya.

Jika kamu penganut “Tak Kenal Maka Tak sayang” berarti saya penganut aliran “Kenal Maka Tak Sayang” . Saya lebih baik mengenal gebetan secara ‘profesional’. Profesional disini adalah mengenal sebagai calon pasangan bukan sebagai teman. Karena apabila mengenal sebagai teman, kejelekan dibalik kegantengannya perlahan tapi pasti akan terungkap semua. Mulai dari cara dia makan, becandaan, gaya tidur sampe gaya ngupil. Haaaaahhh dan itu semua bisa bikin ‘turun minat’.

Kebetulan saya mempunya teman cowok dengan penampilan kece nan oke. Kalo jalan barengan sama dia, beuh rasanya semua mata tertuju pada kami. Saya sebagai cewek yang berjalan dengan cowok kece pastinya merasa bangga dong. Bahkan teman cewek saya, banyak jg yang menanyakan teman saya itu. Saya cuma cengar-cengir saja jika dia menanyakan tentang teman cowok ini “belum tau dia kelakuannya kayak gimana..”

Dan sayapun (dulu) pernah melirik dia sebagai calon pasangan dengan penampilan oke nya. Setiap ketemu dia, cuma disenyumin aja rasanya melayang banget. Tapi setelah kita satu jurusan, kelakuan minusnya makin kelihatan. Dari situlah perasaan melayang kalo lihat dia mendadak jadi perasaan terjun bebas kejurang. Ngedrop…pikiran untuk menjadikannya calon pasangan langsung dibuang jauh-jauh.

Nah kalo ada pilihan lebih baik mana “ganteng sih..tapi” atau “jelek sih..tapi” , saya akan lebih memilih “jelek sih..tapi” , kenapa?!. Ibaratnya saya lebih baik bermandikan lumpur dulu, baru menemukan mutiara. Lebih baik kita kompromi dengan kekurangan pasangan, dan ternyata kita mendapatkan kelebihan yang tak terduga. Dibandingkan kita mengetahui segala kebaikan dia, tapi ujungnya tidak bisa kekurangan pasangan kita. Tapi ya balik lagi keselera masing-masing, lebih baik enak dilihat orang, atau nyaman dengan hubungan.

Jadi mana yang kamu pilih “ganteng sih..tapi” atau “jelek sih..tapi”  ???

 #taste 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s