Bangsat Bisa Berkarya

Apa yang terpikir dikepala kita jika mendengar kata “Bangsat”. Pasti sebagian orang berpikir tentang makhluk kecil seperti kutu yang ada dikasur/ bantal dan sebagian lagi berpikir hinaan yang paling jueeelekee se jueeleek jueeleek-nya. Kata bangsat emang banyak dipakai untuk hal-hal yang negative, misalnya memaki orang, cacian, dllsb.

Tapi gimana ceritanya kalo Bangsat diekspresikan menjadi sebuah karya seni khususnya fotografi. Bagaimana kita mengungkapkan kalimat “bangsat” dengan pemikiran masing-masing menjadi sebuah karya, tidak hanya sebuah caci maki yang bikin orang kesel. “Bangsat” menjadi tema pameran (pertama gw) Selasa Pagi di sekolah fotografi “gratis” Kelas Pagi Jakarta. Sudah hampir 3 bulan ini, gw aktif belajar di sini. Kelas Pagi Jakarta (KPJ) ini unik, kita sekolah layaknya mengikuti kelas fotografi namun kita tidak berada dalam naungan lembaga formal seperti sekolah atau tempat kursus pada umumnya. Pelopor KPJ adalah Anton Ismael atau biasa kita memanggilnya Pa’e, dari hasil nongkrang nongkrong teman-temannya yang pengen belajar fotografi akhirnya terwujudlah sampe 6 angkatan, yaitu angkatan gw.

Sabtu- Minggu (28-29 juli 2012) lalu gw beserta 30 orang murid Selasa Pagi, mengadakan pamerana fotografi dengan tema Bangsat pertama kali. Gw sangat antusias mengikuti pameran ini, dari mulai pra pameran sampai dengan post pameran, gw ikut aktif ngurusin. Dan bersyukur hasil kumpul-kumpul, nongkrong-nongkrong, selama hampir 3 minggu mendapat tanggapan yang luar biasa untuk kami anak murid yang baru pertama kali mengadakan pameran. Gw ga pernah menyangka sambutannya akan sedemikian bagus baik dari KPJ sendiri ataupun dari masyarakat umum. Apalagi Bona Soetirto sebagai pengajar Basic Foto Selasa pagi dan Pa’e memberikan tanggapan yang positif kepada pameran Bangsat.

Dua minggu Sebelum pameran Selasa Pagi, kelas lain sudah mengadakan pameran lebih dulu, Selasa malam dan Kamis Pagi. Pameran Selasa malam bertemakan “Start From The Beginning” serta Kamis pagi “Liat Apa” juga mendapatkan sambutan yang luar biasa, makanya gw sempet deg-deg-an, nervous, grogi, takut hasil Selasa Pagi tidak se-wah pameran sebelumnya. Alhasil dengan persiapan yang cukup matang, semua berjalan dengan lancar.

Banyak cerita seru dan menarik (foto pastinya) selama persiapan sampe kelar pameran. Bekerja bareng begundal Selasa Pagi ternyata memberikan warna baru dalam cerita hidup gw. Kelas yang kebanyakan cowok ini, punya karakater dan tingkah yang macem-macem, Bangsat sih namun tetep manis, hehe. Bisa punya cerita dengan mereka merupakan kehormatan tersendiri buat gw. Meskipun dengan adanya pameran Bangsat menjadi pertanda kelarnya kelas Basic Foto Selasa Pagi, tapi kita berjanji akan tetep solid satu sama lain, entah itu berkarya bareng, hunting bareng, ataupun nongkrong bareng. Kita berjanji bahwa pameran Bangsat adalah awal perjalanan kita didunia fotografi, dan semoga banyak karya Bangsat lain yang tercetus dari kepala Bangsat kami.

Kertas krep dimana-mana..

Brutus dan balon?? sama sekali ga matching?!

Ukur-ukur jangan sampe miring

Pere-pere beraksi

Pameran Bangsat

Silahkan Ka..masuk aja ka..diliat-liat Bangsatnya ka..*ala mba ITC*

Begundal Bangsat Selasa Pagi bersama Bona Soetirto & Pa’e

Photo by : Deni Wahyudi & Agung Raintung

Masih banyak foto yang mau gw gelar, tapi kalo nurutin kemauan kok ya rasanya bakal ngabisin BW. Dipostingan berikutnya gw akan share karya foto Bangsat menurut gw. Semoga aja Bangsat yah..^^

Hidup Bangsat!!!!

Cheers

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s