WHY WOMAN LOVE KOREAN BOYS??

Acuh tak acuh, pasti kita sadar kalo Indonesia saat ini lagi terjangkit demam K-pop, khususnya para wanita. Gak tanggung tanggung demam ini menyerang wanita dari usia 15an sampe 30an. Wanita-wanita bisa berubah dari yang kalem menjadi ‘bringas’ kalo sudah terjangkit demam K-pop. Saya tidak memungkiri kalau sayapun juga penggemar K-pop, tapi skalanya masih masuk akal, dari 1-10 saya masih berada di skala 5¾..hehehe. Maksudnya dibilang suka iya, dibilang enggak juga iya. Dari semenjak kuliah, cukup banyak teman saya yang gemar dengan budaya Asia Timur, dulunya J-pop yang menjadi idola mereka seperti Laruku dan boyband..(apalah itu namanya..). Tapi semenjak  boyband Super Junior asal Korea mulai terkenal, tergantikanlah posisi J-pop dihati mereka. Yah walaupun masih banyak yang bertahan dengan J-pop tapi ga sedikit pula yang beralih.  Yang cukup mengherangkan buat saya, kebudayaan Asia Timur ini (J-pop dan K-pop) sebenarnya dahulu tidak ter-ekspos media . Saya adalah orang yang cukup update dengan TV dan Radio, tapi justru J-pop dan K-pop ini saya ketahui lewat teman saya yang sering browsing Internet dan  menonton DVD drama Jepan dan drama Korea. Mungkin kalo ditahun 2012, internet bukanlah suatu hal yang aneh, namun ditahun 2005-an internet adalah barang mahal, dimana kita cuma bisa mengaksesnya berbayar lewat Warung Internet.

Para penggemar J-pop dan K-pop ini justru mengetahui tentang idola mereka bukan melalui media TV dan radio tapi mereka mencari sendiri informasi ini. Dan ternyata setelah banyak para pengggemar J-pop dan K-pop di Indonesia barulah banyak program  dan drama Korea di TV. Biasanya kan media adalah pembentuk suatu trend bagi masyarakat, tapi sekarang masyarakat yang membentuk trend itu kemudian media pun mau ga mau mengikuti. Buktinya sekarang makin menjamur boyband dan girlband di Indonesia.

Itu sedikit yang saya ketahui tentang fenomenan K-pop di Indonesia. Kalau berkaitan dengan WHY WOMAN LOVE KOREAN BOYS??  Saya punya pendapat yang lain lagi. Apabila diperhatikan (ga usah diperhatiin sebenernya jg ketauan sih ) cowok-cowok Korean itu punya ciri-ciri kayak gini :

  1. Tinggi berkulit putih
  2. Badan berotot namun cenderung cungkring
  3. Rambut pirang ala-ala bule Eropa
  4. Tidak berbulu (bulu kaki, bulu ketiak apalagi bulu dada – nothing )
  5. Model rambut polem atau  camuri (cakar muka sendiri)
  6. Hidung ibarat periwitan wasit (mancung bener..)

Kalian pasti juga setuju dengan saya bahwa ke-6 ciri diatas mewakili para cowok-cowok Korea, iya kan?! *cross finger*. Nah kalau dilihat dari ciri diatas, sadar gak sih kalau itu seperti ciri-ciri pangeran –pangeran dari cerita negri dongeng , ambilah contoh Cinderela. Pangeran tampan berkuda putih, tinggi, hidung mancung, rambut pirang itu adalah karakter yang diciptakan dan sering diceritakan oleh kita saat masih kecil dulu. Dan pasti wanita, saat kecil dulu pernah punya koleksi  baju Cinderrela ataupun putri Salju (jujur saya punya loh?!!). Imajinasi seorang seorang putri yang akan menikah dengan pangeran tampan dari negri seberang sangat melekat dipikiran saya. Tapi setelah saya menyadari bahwa pangeran itu tidak ada, baju-baju itupun dilungsurkan ke ponakan atau adik-adik yang masih senang berimajinasi tentang cinta Putri dan Pangeran.

Namun walaupun saya sudah tidak megkoleksi baju Cinderala, imajinasi tentang Pangeran Tampan Berkuda Putih (PTBP) tetap ada. Makanya saat ada pria yang sesuai dengan karakter  PTBP, yang tergabung dalam Boyband, secara tidak sadar saya mulai mengidolakan pria-pria korea tersebut. Ditambah lagi dengan suara mereka yang merdu, serta lenggak lenggok tubuh mereka yang bisa bikin wanita histeris dan menjerit. Imajinasi PTBP  itu mulai bangkit lagi, dan seringkali membuat wanita bertindak diluar nalar seperti menjadi groupis K-pop, menyimpan poster, stalker kehidupan mereka, dan masih banyak lagi. Kalau tindakan tersebut masih dalam batas wajar dalam arti tidak merugikan kita dan orang sekitar, saya bisa paham.

Lee Min Ho

Tapi kalau saya berikan pertanyaan kembali kepada pari wanita ini tentang “APAKAH KAMU MAU JIKA MEMILIKI PASANGAN HIDUP SEPERTI PRIA BOYBAND KOREA?”  pasti mereka akan menjawab “BELUM TENTU” . Saya pernah menanyakan ini kepada teman saya yang begitu menggilain Super Junior. Saat saya Tanya “Kenapa?” Dia menjawab “Ya ga maulah, masa gue punya pacar yang perawatan kulitnya lebih mahal dari gw dan repot tiap hari mesti dandan, nanti saingan makeup sama gw” . Dari situ saya berkesimpulan kalo wanita ini mengidolakan pria boyband hanya sekedar untuk berimajinasi dan melampiaskan pangeran masa kecil, yaa hanya sekedar dalam khayalan tidak untuk menjdadi kenyatan. Kalaupun untuk menjadi pasangan hidup saya rasa, para wanita akan lebih rasional untuk memilah karakter pria seperti apa yang baik untuk masa depan mereka, yang pasti bukan hanya Pangeran Tampan Berkuda Putih.

Jadi untuk para pria yang memiliki pasangan atau gebetan yang sangat mengidolakan boyband Korea, kalian tidak perlu berusaha lebih untuk menjadi seperti pria-pria Korea ataupun merasa cemburu dengan idola mereka. Kalian hanya perlu menjadi diri sendiri, karena para wanita mengidolakan pria-pria Korea hanya sebatas untuk pasangan khayalan dan imajinasi semata. Para wanita tidak pernah benar-benar mendambakan pasangan hidup seperti dalam drama Korea ataupun Jepang, mereka hanya sedang menikmati kembali ke kehidupan masa kecil tentang cinta Putri & Pangeran Tampan Berkuda Putih. Namun sesekali boleh juga seorang pria memperlakukan pasangannya secara romantis seperti dalam drama Korea, karena pasti wanita tersebut akan makin jatuh cinta kepada anda.

Dan untuk para wanita yang mengidolakan pria-pria Korea, tetaplah kalian berimajinasi dan berkhayalan dalam batas kewajaran. Jangan terlalu berlebihan dan merugikan diri sendiri serta pasangan anda. Karena ingat, Pangeran Tampan Berkuda Putih itu tidak pernah ada sungguhan dalam dunia nyata. Dia hanya hidup dalam dunia mimpi dan khayalan, jangan sampai karakter tersebut kalian paksakan untuk hadir didunia nyata, karena apabila itu terjadi selamanya kalian akan tinggal di dunia mimpi dan menjadi sendiri bahkan untuk yang sudah berpasangan, kalian hanya akan menuntun pasangan anda menjadi seperti Pangeran Tampan Berkuda Putih. 

So keep dreaming but still step on the ground..

Nb : Jika kalian punya pendapat lain saya akan dengan senang hati mendengar tanggapan kalian dan mari bertukar pikiran.

Xoxo

Iklan

Penulis: weddewi

Pisces a bit sanguin. Gimme a buzz at sanguinme@gmail.com

4 thoughts on “WHY WOMAN LOVE KOREAN BOYS??”

  1. sbnrnya bnyk wanita yg suka dngn k-pop,trmsk saya (guys).tp sukanya karna tampan,gak lebih .kalau mslh lagu q lbh suka dngan i-pop dan lgu arab and lgu inggris.klau lgu korea gak semua.apalagi boyband korea yg saya tau cuma suju dgn exo.karna yg lainnya biasa aja.

    thanks! syukron……

  2. Waahh…saya baru baca nih artikel nya. Saya wanita penggila KOREA teruta!ma KPop. 30 yo…and im single. Bnyk org yg blg “gmn mw dpt jodoh klo msh terus2an gila Korea”. Yg slalu jd pertanyaan saya “apa iya…dunia fangirling saya ini yg jd penghalang saya dpt jodoh??” Gk tau knp..tp saya gk !!bs trima klo ada persepsi org seperti ini. Tbh…klo utk skala…saya termasuk yg “hardcore-fangirl”. Saya beli original album..collecting posters..following their twitter..bahkan sampe nonton konser dan….ke Korea!!
    Menurut mbak…apa saya begini..wajar gk sih dng usia saya yg udah 30. Saya takut klo yg saya lakuin ini bukan sekedar habit lg..tp udah mental disorders. Sometimes…i wanna stop but i cant!
    But one day…im pretty sure i can.

    1. Halo mba Desy, sebelumnya makasih sudah mampir ke blog aku. To be honest aku butuh waktu untuk reply comment mu mba, karena i have the same problem, hehehe.

      Dua tahun lalu aku juga termasuk “Hard-core fangirl” khusus Bigbang. Gegara konser alive 2013 aku sampe beli original album, beli majalah, beli merchandise, ntn konser, nyamperin ke bandara pas mereka konser, tapi syukur pergi ke Korea baru sampe niat aja. Tapi ada satu momen dimana aku sadar bahwa aku terlalu DELUSIONAL. Pernah selama lebih dari satu bulan aku patah hati karena TOP gak jadi dateng ke acara Mnet Award tahun 2014. Beuh patah hatinya kayak di-php-in sama pacar yang janji mau datang kerumah ketemu orang tua, tapi batal datang. Sakit hatinya parah. Lebih dari satu bulan, aku gak mau ngeliat dia, denger album, ngecek twitter, bahkan temen satu geng per-kpop-an sampe kena imbas crangky-nya aku. Aku jadi super duper nyebelin, taulah kalo cewek patah hati gimana, nyusahin kan.

      Sampe akhirnya ada satu senior (yg doyan fangirling tapi waras) ngasih aku advice bahwa aku harus bisa tau batas antara REALITA dan IMAJINASI. Seniorku bisa fangirling “waras” karena dia tau border itu, dia selalu mengingatkan diri sendiri bahwa fangirling it’s just hobby & interest not your real life. Punya hobi fangirling harus bisa waras untuk memperkirakan budget & waktu yang kita habiskan tanpa mengesampingkan masa depan. Ya dia nyadarin aku bahwa aku punya kehidupan nyata yang tiap hari harus aku jalanin tanpa atau ada bias sekalipun. Saya harus realistis dan bias hanyalah imajinasi.

      Setelah saya bisa membedakan antara realita dan imajinasi, saya mulai mencari “reason” kenapa saya bisa sebegitunya dengan TOP?. Alasannya, karena TOP adalah pengalihan dari kehidupan nyata saya yang berkali-kali gagal dalam hubungan asmara. Yes that’s a true reason. I found that he is the perfect my kind of soulmate. Karena berkali-kali tidak menemukan pasangan yang cocok saya jadi menaruh harapan karakter ideal pasangan masa depan saya pada sosok imajinasi TOP. Dan saya menyadari memang industri bisnis Kpop, Kdrama atau Kwave memang dibuat seperti itu. Industri ini membuat sosok PERFECT IDOL yang bisa menjadi imajinasi bagi para fangirl/ fanboy nya. Mereka memanfaatkan kekaguman para fans sehingga menghasilkan uang dan menjadi bisnis yang besar. Saya salut dengan industri korea ini!!

      Mengenai pertanyaan mba Desi “apa iya…dunia fangirling saya ini yg jd penghalang saya dpt jodoh??” – Jawabannya bisa iya dan bisa enggak. IYA jikalau memang mba Desi menghabiskan 80% budget, waktu, pikiran hanya untuk fangirling. Seperti yang pernah saya alami, saya terlalu DELUSIONAL berharap saya akan dapat jodoh seperti sosok bias. ENGGAK jikalau memang kita tahu antara batas realita dan imajinasi. Saya pribadi punya Goal dalam karir dan keluarga untuk dicapai dalam 10 tahun kedepan. Dan itu membutuhkan waktu, pikiran & budget agar bisa tercapai. Jadi saya agak mengesampingkan Fangirling. Meskipun begitu saya masih suka fangirling tapi tidak se-hardcore sebelum masa saya patah hati sama TOP. Hehehe. Fangirling saya saat ini sebatas nonton konser (BIGBANG konser dijakarta lagi 1 agustus kan?! hehe) dan silent rider update kegiatan mereka. Sekarang saya adalah seorang penikmat karya mereka.

      Kalo soal ini – “Saya takut klo yg saya lakuin ini bukan sekedar habit lg..tp udah mental disorders.”- Saya bukan seorang psikolog, tapi saya rasa yang tahu batas kemampuan kita hanyalah diri kita sendiri. Jadi kalo menurut mba kegiatan fangirling-nya sudah cukup mengganggu kegiatan sosial kita, pertemanan kita, dan target hidup kita, ada baiknya mungkin dikurang-kurangin. Toh mba Desi sudah punya jawabannya “…But one day…im pretty sure i can.” All you need is wake up and pick the right time. Tapi inget gak pernah ada waktu yang tepat yah, lebih cepat pastinya akan lebih baik.

      Maaf yah aku jadi comment panjang lebar, berasa punya teman senasib soalnya. Semoga aja pengalamanku bisa jadi good sharing. Eniwei bias mba Desi siapa emangnya? hehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s